April 2020, Pemkab Mojokerto Bangun TPA Ramah Lingkungan

Pembangunan TPA baru dinilai sangat mendesak karena TPA Belahan di Kec  Mojosari dinilai sudah over load.

MOJOKERTO (global-news.co.id) – Pemkab Mojokerto membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah baru yang ramah lingkungan di lahan seluas 4,2 hektare di Desa Karangdieng, Kec. Kutorejo.

Pembangunan TPA baru, dinilai sangat mendesak karena TPA Belahan di Kec. Mojosari dinilai sudah over load. Sehingga, dibutuhkan lahan baru membuat TPA baru, dan itu kini sudah ditemukan lokasi di Desa Karangdieng, Kec. Kutorejo,Kab. Mojokerto. Hadirnya TPA baru di bekas galian C itu, nantinya bisa untuk menampung dan mengolah sampah dari 5 kecamatan disekitar TPA baru tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, pembangunan TPA di Desa Karangdieng tersebut diupayakan direalisasikan tahun ini. “Hasil kajian dari tim DLH, lokasi tersebut dinilai cocok memenuhi kriteria untuk dibangun TPA. bekas galian tambang pasir memiliki kontur tanah yang dianggap cocok untuk tempat pengolahan sampah. Selain itu, lokasi tidak berada di tengah pemukiman atau jauh dari pemukiman,”kata Didik, dikonfirmasi, Rabu (29/1/2020).

Sekarang ini TPA tersebut dalam proses lelang proyek. “ Jika tendernya bisa cepat, mungkin dua bulan ke depan bisa dimulai pembangunannya antara Maret atau April. Untuk dana pembangunannya, TPA menggunakan dana ABPD 2020,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Mojokerto memiliki 18 kecamatan. Namun Pemkab Mojokerto hanya memiliki satu TPA. TPA tersebut berada di Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten

TPA baru nanti hendak dibangun Pemkab itu, lanjut Didik Chusnul mantan Kadinke Kab. Mojokerto ini dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan hadirnya TPa baru itu. Karena, TPA baru nantinya tidak akan merugikan masyarakat, namun justru sebaliknya.

Sekaligus TPA baru itu nantinya akan dipakai sarana edukasi juga. Sehingga, nantinya yang terlihat adalah taman bukan TPA yang ada di bayangan masyarakat, sampah, kumuh, jorok, dan bau  namun sebalinya,”katanya.

Karena, sesuai perencanaan dan kajian lingkungan hidup bahwa TPA ini berada jauh dari permukiman warga. Konsep pembangunan TPA Karangdieng akan dikelilingi taman, sehingga TPA ada di tengah area.

“Nantinya, di TPA ini tidak akan terlihat sampahnya tapi taman yang ada di sekelilingnya. Pengolahan sampah sudah memakai teknologi modern sehingga tidak akan menimbulkan bau yang menyengat. Seperti di TPA Belahan Tengah, pengolahan sampah sudah tidak menimbulkan bau dan polusi bau sudah tidak ada,” terangnya.

Justru hadirnya TPA baru nanti bisa dijadikan sebagai kawasan wisata lingkungan hidup.Karena Pemkab Mojokerto tidak semata-mata membangun TPA saja tapi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.

Supaya hadirnya TPA baru itu bisa membawa nilai tambah bagi masyarakat sekitar, tukas Didik mantan Camat Dawarblandong ini Pemkab Mojokerto bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes).

Sementara, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi membenarkan, terkait Pemkab Mojokerto akan bersinergi dengan Pemdes untuk mensukseskan rencana pembangunan TPA baru tersebut.

Masih kata orang nomor dua di Kabupaten TPA baru itu nantinya, lanjut Bupati, bisa dipakai menampung minimal sampah dari 5 kecamatan. “Sekarang ini Pemkab Mojokerto berupaya membebaskan lahan untuk jalan masuk ke TPA. Kalau lahan untuk TPA, sudah kita beli tahuin 2019. Untuk jalan tembusnya sekitar 1,6 KM masih kita upayakan pembebasannya,”katanya.

Penanganan sampah, tambah buapti kini sudah menjadi persoalan nasional. Tapi yang terpenting pemdes bisa ikut serta untuk merealisasikan pembangunan TPA ini.

Terkait sistem pengolahan sampah, lanjut Bupati, TPA Karangdieng akan menggunakan teknologi modern. Sedangkan, untuk penghijauannya masyarakat punya peran agar TPA tersebut tidak kelihatan jika TPA dengan anggaran penghijauan dari Pemdes. bas