AP I Lirik Pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam

Perjanjian konsorsium yang dilakukan Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana. 

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Hal tersebut ditandai dengan pendatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.

Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan Wijaya Karya selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

“Kerjasama ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus menegaskan komitmen Angkasa Pura I untuk memperluas jaringan pengelolaan bandara di Indonesia. Kami optimistis berpeluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak kerjasama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan menggandeng Incheon dan Wijaya Karya sebagai mitra strategis, mengingat kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan dan konstruksi bandar udara yang konsorsium ini miliki,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Hotel Pullman Jakarta, Senin (13/1/2020).

Sebelumnya, pada 14 Agustus 2019 lalu Angkasa Pura I telah menandatangani nota kesepakatan dengan IIAC untuk menjajaki peluang kerjasama pengelolaan bandara-bandara potensial di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah peluang pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam ini.

Selain itu, lanjut dia sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pengelolaan operasional yang dimiliki Angkasa Pura I di mata internasional, IIAC secara resmi juga menggandeng Angkasa Pura I dalam rencana pengelolaan Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait.

“Kami (Angkasa Pura I), akan mengirimkan tenaga ahli yang dimilikinya pada periode 2021-2023. Kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan Angkasa Pura I – IIAC dalam seleksi pengelolaan Terminal 2 Kuwait Bandara Internasional Kuwait dan Bandara Internasional Jeddah di Arab Saudi pada masa yang akan datang,” ungkap dia.

Sebagai informasi, saat ini Angkasa Pura I mengelola 15 bandara komersial di Indonesia dengan total penumpang yang dilayani sebanyak 96,7 juta penumpang di tahun 2018 atau meningkat sebesar 7,8% dari 89,7 juta penumpang yang dilayani di tahun sebelumnya. Di bawah pengelolaan Angkasa Pura I, 13 bandara berhasil memperoleh sejumlah pengukuran terbaik Airport Service Quality dari Airport Council International (ACI) dengan rata-rata skor 4,6 pada tahun 2018. ejo, ins, okz