1.890 Personel Amankan Pilkades 233 Desa

Polres Bojonegoro melakukan rapat pengamanan persiapan Pilkades tahap III di Mapolres, Rabu (15/1/2020).

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Pilkades serentak tahap III di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan dilaksanakan 19 Februari 2020. Ada sebanyak 233 desa di 28 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang akan melaksanakan proses demokrasi di tingkat desa tersebut. Polisi juga mulai menyiapkan personel untuk mengamankan pelaksanaan Pikades di Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, ada 1.890 personil gabungan polisi yang akan amankan Pikades tahun ini. Rinciannya dari Polres Bojonegoro ada 580 personil, kemudian bawah kendali operasi (BKO) Polda Jatim yang melibatkan 20 Polres ada 1.060 personil, sisanya 250 personil dari Polres tetangga.

“1.890 personil kita libatkan untuk pengamanan Pikades di 233 desa di 28 Kecamatan,” ujar Kapolres, Rabu (15/1/2020).

Perwira menengah itu menjelaskan, para Kapolsek beserta jajarannya termasuk babinkamtibmas sebagai ujung tombak, juga telah diperintahkan untuk menggali informasi. Hal itu guna mengetahui situasi, kondisi di setiap desa yang akan melaksankan Pikades. Disamping itu juga sebagai caraka atau penghubung bagi personil BKO dalam pengamanan nanti.

“Kita siap amankan Pikades, semoga pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa itu berjalan aman dan lancar,” terangnya.

Di tempat terpisah, Bupati Bojonegoro, DR Hj Anna Muawanah, saat menghadiri pembinaan yang sekaligus dirangkai dengan penandatanganan deklarasi damai bakal calon kepala desa dalam Pilkades Serentak Gelombang ketiga tahun 2020, Rabu (15/01/2020), di Gedung Serbaguna Kecamatan Gayam, berpesan kepada seluruh kandidat atau calon kades, agar menyiapkan mental dan harus siap kalah.

Anna mengingatkan, agar masing-masing calon tetap kosentrasi dan fokus sesuai tujuan yaitu menjadi kades dan jangan sampai berfikir yang negatif terhadap lawan yang mengakibatkan pertikaian atau perpecahan di masyarakat. “Laksanakan proses tahapan Pilkades dengan tepat, taati aturan yang ada dan agar para calon kades berusaha untuk mendapatkan suara hak pilih secara positif,” kata Anna.

Pada kesempatan tersebut, Bupati berharap agar kandidat kepala desa harus siap kalah, karena pertandingan itu pasti ada menang dan kalah hal biasa. “Kesiapan mental sebagai kandidat harus siap mental. Kalau menang, setiap warga berhak mendapatkan akses pelayanan pemerintah. Jangan sampai memilah-milah mana pendukung maupun tidak mendukung saat pilkades. Harus diperlakuan sama.” tutur Bupati berpesan.

Di akhir sambutannya Bupati mengajak semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pilkades dan seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama meminimalisir potensi kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pilkades 2020.

“Salah satu ketegangan yang mungkin terjadi di antaranya adalah adanya ketidakadilan panitia dan timnya calon melebihi kandidat. Mari kita sama-sama kita suksekakan pemilihan kepala desa serentak tahun 2020 agar berjalan dengan lancar, aman dan kondusif,” kata Bupati.  trb, det, bbc