Turki Siap Tingkatkan Bantuan Militer ke Libya

JAKARTA (global-news.co.id) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki akan meningkatkan bantuan militer ke Libya agar pemerintahan negara itu diakui secara internasional. Dia mengaku akan mengevaluasi semua opsi.

Presiden Recep Tayyip Erdogan

“Kami akan mengevaluasi semua jenis dukungan militer termasuk opsi darat, laut dan udara jika perlu,” kata Erdogan dalam pidato di Provinsi Kocaeli, Minggu (22/12/2019) seperti dikutip dari AFP.

Menurut Aljazeera, hal itu disampaikan Erdogan sehari setelah parlemen Turki meratifikasi kesepakatan kerjasama keamanan dan militer antara Ankara dan Tripoli yang ditandatangani bulan lalu.

Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB, berbasis di Tripoli melawan pasukan pemberontak pimpinan Khalifa Haftar. Haftar didukung oleh Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab, negara-negara di mana Turki memiliki hubungan yang kurang baik.

Pasukan yang setia kepada Haftar mengatakan Sabtu  mereka telah menangkap sebuah kapal Turki, namun Ankara belum membuat berkomentar atas klaim tersebut. Selain kesepakatan militer, Turki dikritik setelah membuat perjanjian batas-batas maritim dengan Libya pada November lalu. Perjanjian itu memetakan batas di timur Laut Mediterania, memotong wilayah laut yang diklaim milik Yunani.

Kesepakatan Turki-Libya memicu ketegangan regional dengan Yunani, Siprus dan Mesir terkait hak pengeboran minyak dan gas di wilayah tersebut. Tiga negara mengatakan perjanjian baru itu tidak konsisten dengan hukum internasional. Yunani bahkan mengusir duta besar Libya.

Tetapi Erdogan pada hari Minggu mengatakan Turki tidak akan mundur dari perjanjian tersebut meski ditentang Yunani dan Siprus. “Mereka yang menentang kita tidak memiliki kesadaran akan hak, hukum, keadilan, etika atau belas kasihan,” ujar Erdogan. zis, afp, jaz