Tes CPNS 5 Kota/Kabupaten Digelar di Kota Mojokerto

MOJOKERTO (global-news.co.id) – Dalam seleksi CPNS tahun 2019, Pemkot Mojokerto dipercaya menjadi tuan rumah.  Kantor Regional II BKN Surabaya menunjuk Kota Mojokerto sebagai tuan rumah pelaksanaan tes CPNS tahun 2019 dengan sistem CAT untuk 5 daerah tingkat dua di Jatim.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita).

 

Lima daerah akan mengikuti tes CAT di Kota Mojokerto yakni, Pemkot Mojokerto, Pemkab Mojokerto, Kab/Kota Kediri, dan Pemkab Jombang. Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita) mengatakan dirinya merasa bersyukur, karena seleksi CPNS tahun ini bisa diselenggarakan di Kota Mojokerto. “Kita diminta BKN Surabaya jadi tuan rumah. Ya kita siap saja, karena fasilitas untuk menggelar tes CPNS secara online sudah siap,” katanya, Rabu (4/12/2019).

Dengan penunjukan itu, kini Ning Ita sedang sibuk meneliti kondisi berbagai sarana dinilai paling layak untuk dipakai tempat seleksi CPNS nanti. Ada dua lokasi yang dicanangkan untuk tempat tes CPNS oleh Pemkot Mojokerto. Yakni, Graha Mojokerto Service City (GMSC), dan GOR dan Seni Mojapahit keduanya berada di Jl. Gajahmada.

Dua lokasi itu mampu menampung ratusan orang setiap sesi seleksi CPNS. Selain sarana penunjang aliran listriknya juga cukup memadai. Untuk sarana laptopnya Pemkot Mojokerto sudah siap juga. Karena ujian SD, SMP di Kota Mojokerto sudah menerapkan sistem online atau menggunakan laptop.

Dengan ditunjukannya Kota Mojokerto sebagai tuan rumah seleksi CPNS tahun ini, lanjut Walikota peserta CPNS dari Kota/ Kab. Mojokerto saat tes tidak perlu keluar kota. Karena, tesnya di Kota Mojokerto. Tidak hanya peserta yang merasa bersyukur, namun warga Kota Mojokerto juga diuntungkan adannya tes ini.

Karena, di Kota Mojokerto akan banyak kedatangan warga dari luar Mojokerto, sehingga perputaran uang di Kota Mojokerto saat tes juga besar. Utamanya kaum pedagang, dan jasa angkutan umum yang akan memetik keuntungan besar itu.

Widya warga Ngoro Kab. Mojokerto salah satu peserta tes CPNS senang tes dilaksanakan di Kota Mojokerto. Sehingga tenaga dan biaya tidak terlalu banyak dikeluarkan.  “Kita bisa berangkat tidak terlalu pagi, dan tidak perlu menginap. Tahun lalu, tes dilakukan di Kediri, saya harus menginap semalam sehari sebelum tes dilakukan,”katanya. bas