Resmi Dideklarasikan, Y-AMI Gelar Khitanan untuk Anak Berkemampuan Khusus

SIDOARJO (global-news.co.id) – Yayasan Ananda Mutiara Indonesia akan menggelar khitanan  bagi anak-anak berkemampuan khusus (ABK). Khitanan yang digelar Minggu (29/12/2019) ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diadakan dalam rangkaian pendeklarasian yayasan tersebut pada awal Desember lalu.

Ketua Umum Y-AMI Yenni Darmawanti SE

Ketua Umum Yayasan Ananda Mutiara Indonesia, Yenni Darmawanti SE, mengatakan,  saat ini sudah 30 ABK yang siap menjalani khitan. Mereka berasal dari berasal dari berbagai kota di Jatim, Sidoarjo,  Malang, Gresik, serta dari Sampang Madura. “Bekerjasama dengan Pemkab Sidoarjo, kami juga akan menggelar khitanan untuk ABK lagi pada 5 Februari. Kalau yang ini khusus untuk yang berdomisili di Sidoarjo,” ujarnya.

Yenni menyebut lewat Yayasan AMI ini  pihaknya ingin membantu anak-anak Indonesia terutama anak berkebutuhan khusus –Y-AMI lebih memilih menggunakan istilah anak berkemampuan khusus. Mendasarkan data, secara keseluruhan di Indonesia terdapat 1,6 juta ABK. Sejauh ini masih banyak keluarga yang memiliki ABK namun belum tersentuh, khususnya para orangtuanya. “Kami ingin membantu memberi informasi kepada orangtua yang memiliki anak berkemampuan khusus sebagai support agar mereka lebih kuat mendampingi puteranya,” katanya Minggu (22/12/2019).

Lebih lanjut Yenni menegaskan, sesuai misinya Y-AMI ingin berperan aktif membantu mewujudkan cita-cita orangtua dan anak terutama anak berkemampuan khusus agar bisa percaya diri, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menghadapi kebutuhan zaman dan globalisasi. “Untuk itu semua kami sangat memerlukan sinergi dari semua pihak, baik orangtua dari anak istimewa ataupun regular, pemerhati ABK, praktisi, dokter dan semua ahli yang berkenan support kegiatan yang kami selenggarakan ke depan nantinya,” ujar ibu dua anak ini.

Sesuai latar belakang didirikannya yayasan, pendekatan yang dipakai adalah kekeluargaan. Dalam hal ini dibuat parent support group –dengan kumpul dan sharing.  Y-AMI juga mengajak para orangtua untuk suka membaca, membiasakan info-info tentang ABK.

Lebih dari itu, Y-AMI ingin orangtua ABK, terutama dari keluarga kurang mampu dan tersembunyi menjadi bahagia. Kalau orangtua sudah bahagia, ananda pun diharapkan akan bahagia. “Dan insya Allah terjawab semua kesulitan selama ini, akhirnya menjadi termotivasi untuk tidak putus asa dalam memuliakan ABK,” lanjut Yenni yang berharap kehadiran Y-AMI bisa diterima untuk menghidupkan komunitas ABK di wilayah Sidoarjo.ret