Polresta Siapkan Posko di Sungai Porong

Kapolresta Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat meninjau posko tanggap bencana di sungai Porong.

SIDOARJO (global-news.co.id) – Memasuki musim hujan di penghujung tahun 2019 ini, jajaran Polresta Sidoarjo mendirikan pos komando tanggap bencana di Sungai Porong, Sidoarjo. Langkan ini sebagai langkah kesiapan Polresta Sidoarjo memasuki musim hujan.

“Keberadaan posko tanggap bencana sebagai upaya Polresta Sidoarjo bersama instansi terkait bila terjadi banjir di jalan raya Tanggulangin-Porong, serta untuk mengawasi kenaikan air di tanggul lumpur Porong di saat hujan turun,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho mengatakan, saat mengecek posko tanggap bencana di jalan raya Porong, Sidoarjo, Rabu (18/12/2019).

Ia mengatakan, personel dan alat siaga bencana Polresta Sidoarjo, disiagakan di posko tanggap bencana di Porong ini. “Bila sewaktu-waktu terjadi banjir maka kami siap dengan segala upaya, termasuk pengalihan arus lalu lintas hingga mengimbau masyarakat agar tidak naik ke atas tanggul,” kata Zain.

Ia mengatakan, Polsek jajaran juga telah bersinergi bersama Koramil dan Forkopimka, jika terjadi bencana yang tidak diinginkan. “Misalkan bila terjadi puting beliung, Polresta Sidoarjo bersama instansi terkait telah siap melakukan tindakan tanggap bencana,” kata dia.

Di Kabupaten Sidoarjo, kata dia, posko tanggap bencana, selain ada posko tanggap bencana Polresta Sidoarjo di Porong juga ada di wilayah Sidoarjo Kota, yakni posko terpadu tanggap bencana di BPBD Kabupaten Sidoarjo. “Kami akan selalu bersinergi dengan instansi lainnya untuk mengantisipasi terjadinya bencana di Kabupaten Sidoarjo,” ujar dia.

Sebelumnya, petugas Polresta Sidoarjo berupaya meningkatkan peningkatan tertib lalu lintas masyarakat. Salah satunya, dengan meluncurkan kampung tertib lalu lintas yang ada di Perumahan Kemiri Indah, Desa Kemiri, Kabupaten Sidoarjo.

Zain menuturkan, kampung tertib lalu lintas ini diluncurkan dengan tujuan peningkatan tertib lalu lintas  masyarakat. “Karena saat ini banyak masyarakat yang kesadaran berlalulintasnya sudah mulai menurun,” ujar dia.

Ia menuturkan, kesadaran berlaku lintas memang harus dikenalkan sejak dari diri sendiri dan juga lingkungan kampung, supaya saat berkendara di jalan raya menjadi lebih aman dan nyaman.  “Karena dalam catatan kami sebagian besar pengendara di jalan raya yang mengalami kecelakaan adalah kaum milenial yang berusia antara 17 sampai dengan 35 tahun,” ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, dengan hadirnya kampung lalu lintas ini bisa memberikan efek positif kepada masyarakat karena di kampung ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti tempat berlatih untuk kendaraan roda dua. “Sehingga masyarakat bisa mencoba tempat latihan ini, karena bentuknya sama dengan yang dimiliki oleh Polresta Sidoarjo,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RT 20 / RW 05 Desa Kemiri Sunarto menuturkan, jika warganya begitu bersemangat dalam membuat kampung tertib lalu lintas. Keluar rumah saja meskipun dekat jika naik motor, warga di sini wajib memakai helm SNI.

“Banyak aturan tata tertib lalu lintas yang kami tekankan ke warga, alhamdulillah semua sepakat dan akhirnya kita bisa wujudkan kampung sini sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas,” kata dia. lpt, ara