Pertumbuhan Layanan Cordlife Melesat, Raih Akreditasi AABB

Pemrosesan darah tali pusat atau darah plasenta dan kriopreservasi di Indonesia.

JAKARTA (global-news.co.id) – PT Cordlife Persada (Cordlife), perusahaan yang mengoperasikan pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi di Indonesia mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya darah tali pusat semakin meningkat dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu sebagai bagian dari komitmen pelayanan Bank Darah Tali Pusat kelas dunia, Cordlife berhasil meraih akreditasi sertifikasi prestisius dari American Association of Blood Banks (AABB) sehingga menjadikan perusahaan tersebut sebagai bank darah tali pusat pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi global akreditasi AABB.

Cordlife sangat menyadari pentingnya darah tali pusat bagi perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia dan selalu berupaya mengedukasi dan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang fungsi penting darah tali pusat. Bentuk pelayanan Cordlife antara lain dengan menghadirkan layanan penyimpanan darah dan membran tali pusat serta pemeriksaan NIPT (Non Invasive Prenatal Test), skrining bayi baru lahir pada kelainan metabolisme bawaan serta layanan pemeriksaan DNA.

Country Director PT Cordlife Persada Retno Suprihatin mengungkapkan melihat antusiasme masyarakat Indonesia yang sangat positif terhadap layanan Cordlife, pertumbuhan layanan perusahaan ikut melesat hingga double digit. “Selain itu, lebih dari 50% klien perusahaan juga sangat berkenan untuk merekomendasikan Cordlife kepada kerabatnya yang sedang hamil, dan itu sangat membantu efek berantai dari edukasi yang dilakukan,” katanya, Kamis (5/12/2019).
Akreditasi AABB pada Cordlife, lanjut Retno, dapat menambah lagi kepercayaan masyarakat. Pihaknya berharap lebih banyak lagi masyarakat yang mendapat manfaat dari menyimpan darah dari pusat, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia.

Darah tali pusat, disebut juga darah plasenta, adalah darah yang tertinggal dalam tali pusat dan plasenta sesaat setelah bayi dilahirkan dan setelah tali pusat dipotong. Selama kehamilan, tali pusat berfungsi sebagai penghubung kehidupan antara ibu dan anak. Darah tali pusat kaya akan sel punca yang dapat digunakan sebagai pilihan terapi pengobatan di mana saat ini sel punca dapat membantu terapi lebih dari 80 jenis penyakit seperti leukemia dan thalasemia.

Selain itu, hanya ada satu kali kesempatan untuk proses pengambilan darah tali pusat yaitu sesaat setelah proses persalinan, itulah mengapa sel punca darah tali pusat ini menjadi sangat penting dan bermanfaat untuk disimpan

Sedangkan sertifikasi AABB dalam dunia kesehatan internasional dinilai sebagai salah satu syarat penting dalam memilih atau merekomendasikan sebuah bank darah tali pusat. Standardisasi dari AABB diakui sebagai salah satu standar paling tinggi di dunia, sehingga hal ini menunjukkan komitmen Cordlife untuk menyediakan fakta dan metode terbaik dalam pemrosesan serta penyimpanan unit darah tali pusat yang siap digunakan hingga dibutuhkan di masa mendatang.

Retno Suprihatin menjelaskan status akreditasi AABB yang diperoleh oleh PT Cordlife Persada, menjadi bentuk asuransi bagi para klien bahwa Cordlife senantiasa berfokus pada kualitas dan keamanan penyimpanan darah tali pusat.  Tidak hanya itu, kini klien Cordlife juga dapat memilih untuk melakukan transplantasi sel punca di luar negeri, dimana regulasi yang ada adalah mewajibkan sel punca tersebut berasal dari fasilitas yang telah terakreditasi oleh AABB, atau yang setara untuk melakukannya. jef, tis