Pertamina Menggerakkan Indonesia

 

 

 

General Manager Pertamina MOR V, Werry Prayogi melakukan pengisian BBM Pertamax Turbo di launching Pertamina Delivery Service. Nantinya, konsumen diberikan kemudahan untuk mendapatkan BBM dan juga LPG dengan layanan Pertamina Delivery Service

 

Semangat juang untuk mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok negeri, tertanam kuat dalam tubuh Pertamina.

Penyediaan dan pendistribusian energi yang andal di berbagai sektor laksana urat nadi yang akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, industri serta jalannya pemerintahan. Sebab itu, Pertamina mengemban tugas menjaga kedaulatan negara melalui distribusi energi di seluruh pelosok negeri.  Kiprah Pertamina telah teruji selama 62 tahun melayani kebutuhan energi nasional, Pertamina terus maju dengan berbagai tantangan distribusi yang dihadapi. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina memiliki semangat juang yang tertanam kuat demi tanggung jawab besar menyediakan energi hingga ke pelosok negeri.

Penyediaan energi diupayakan menjangkau seluruh wilayah, mulai dari ibu kota negara hingga wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dari Sabang Sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Upaya ini bukan hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan untuk menghidupkan semangat energi merah putih di setiap jengkal Tanah Air.

GM Pertamina Marketing Operation Region (MOR V), Werry Prayogi, mengatakan sebagai wujud komitmen Pertamina melakukan berbagai upaya pengembangan kemampuan dan kapabilitas. Tujuannya agar dapat memenuhi aspek ketersediaan (Availability), kemudahan akses (Accessibility), keterjangkauan (Affordability), pengembangan energi hijau dan BBM berkualitas tinggi (Acceptability),serta keberlanjutan (Sustainability).

 

BBM Satu Harga

Salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Lembata, Pertamina telah menuntaskan target BBM Satu Harga untuk Pemerataan Energi di Seluruh Indonesia

Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah 3T gencar dilakukan Pertamina, terutama tiga tahun terakhir. Sejalan dengan program ‘Satu Harga BBM’ yang dicanangkan Presiden Jokowi, Pertamina sukses menuntaskan penugasan tersebut. Dari target 160 titik pada akhir 2019, terealisasi 161 titik per 1 Oktober 2019. Perinciannya, dibangun 54 titik pada 2017, 70 titik pada 2018, dan 37 titik pada 2019.

Penerapan BBM Satu Harga di wilayah Pertamina MOR V tersebar mulai dari Nusa Tenggara (26 titik), dan Jawa Timur-Bali (4 titik). Dampaknya terjadi penurunan harga BBM, yang semula berkisar Rp 7.000 hingga Rp 100.000 per liter, kini sama dengan wilayah lain, yakni Rp 6.450 untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar. Ini tentu mendorong aktivitas ekonomi di wilayah 3T, menurunkan harga barang terutama produk lokal, serta biaya transportasi.

 

Tingkatkan Infrastruktur SPBU Tol 

Salah satu SPBU yang berada di Jalur Tol Trans Jawa Surabaya – Mojokerto KM 726. Disini, masyarakat juga dapat merasakan fasilitas SPBU Self Service

Momen Natal dan Tahun Baru (NARU) seperti yang akan dihadapi saat ini, serta Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) beberapa waktu lalu, memacu Pertamina lebih sigap melayani kebutuhan energi, baik BBM, Avtur maupun LPG. Seluruh pekerja dari berbagai level bersiaga demi melayani dan memastikan kesediaan pasokan bahan bakar.

Demi menjaga keamanan pasokan, Pertamina menambah infrastruktur SPBU pada ruas tol baru, termasuk di jalur tol Trans Jawa, antara lain ruas Solo–Ngawi dan Mojokerto–Surabaya.“Semua layanan Pertamina terus diperbaharui dan ditingkatkan, ini semua kami siapkan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Werry dengan mantap.

 

Masyarakat Minati BBM Berkualitas

Tak hanya fokus memperluas jangkauan energi dan pengembangan infrastruktur, Pertamina mengembangkan produk berkualitas baik BBM maupun LPG.  Produk BBM berkualitas tentu lebih ramah lingkungan dengan standar EURO4 setara BBM kelas dunia. Ini sejalan dengan program pemerintah mengurangi polusi. Pertamina menguasai market share 97 persen BBM Retail di Indonesia.

Total penjualan produk gasoline di Jawa Timur saat ini mencapai 13.000 KL per hari, dengan penjualan tertinggi didominasi Pertalite sebanyak 50 persen dari total penjualan produk gasoline.  “Produk BBM beroktan tinggi semakin diminati pelanggan karena sangat mendukung performa mesin yang prima, serta mesin lebih awet dan tahan lama,” ujar Werry.

Hadir pula aplikasi My Pertamina dan Call Center 135. Melalui aplikasi My Pertamina, pelanggan bisa bertransaksi di SPBU secara nontunai dengan saldo Link Aja, melihat lokasi SPBU terdekat, mendapatkan point reward, serta informasi lainnya. Sedangkan melalui Call Center 135, masyarakat bisa memesan BBM atau LPG dengan layanan pesan antar sampai ke lokasi.

Layanan pesan antar, Pertamina Delivery Service (PDS) merupakan inovasi terbaru dari Pertamina. Setelah dilakukan uji coba di Jakarta, dilakukan ekspansi sebanyak 62 SPBU yang berada di seluruh Indonesia, dimana untuk wilayah Jawa Timur, layanan PDS dapat ditemui di 10 titik SPBU, dengan rincian 6 SPBU di Surabaya, 2 SPBU di Sidoarjo, dan 2 SPBU di Malang. Dalam layanan PDS ini, konsumen hanya perlu menghubungi Contact Center Pertamina 135 untuk menggunakan layanan tersebut. Nantinya BBM dan LPG tersebut akan langsung diantarkan oleh petugas pengantar. Adapun jenis BBM yang dapat digunakan pada layanan ini adalah Pertamax Turbo dan Pertamina Dex, serta Bright Gas 5.5 Kg untuk produk LPG.

 

Komitmen terhadap keselamatan kerja

Selain itu, layanan PDS ini juga tetap mengedepankan aspek safety dalam praktiknya. Sesuai dengan komitmen Pertamina untuk selalu mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment) petugas pengantar atau kurir dari PDS akan dilengkapi dengan peralatan safety dalam mengirimkan BBM dan LPG kepada konsumen. Aspek HSSE menjadi salah satu hal yang diperhatikan seluruh insan Pertamina dalam menjalankan operasionalnya.

Komitmen Pertamina MOR V dalam aspek HSSE, diapresiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan diraihnya Penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I. Penghargaan ini berhasil diraih lantaran kerja keras dari seluruh pekerja yang berada di lingkungan Marketing Operation Region V baik dari Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, maupun Nusa Tenggara Timur yang selalu mengutamakan aspek safety selama bekerja sehingga dapat menciptakan 35.754.375 juta jam kerja aman dengan periode waktu dari 1 Februari 2016 sampai dengan 30 April 2019 lalu.

 

Gerakan Industri Nasional

Pertamina menjadi pemasok utama energi di berbagai bidang industri utama. Seperti infrastruktur, pertambangan, perkebunan, kelistrikan, pertanian, perikanan, angkutan seluruh moda transportasi, pengeboran minyak, pemerintahan, serta pertahanan dan keamanan negara.

Melalui 68 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), Pertamina melayani lebih dari 950.000 penerbangan pertahun dalam mendukung aktivitas dan mobilitas ratusan juta penduduk untuk berbagai kegiatan personal, bisnis, wisata serta kegiatan sosial, kebudayaan, dan keagamaan.

Fokus Pertamina dalam penyediaan avtur adalah dapat membuka aksesibilitas daerah-daerah terpencil, serta menjadi bagian dalam pengembangan daerah yang sulit dijangkau, termasuk di wilayah MOR V. Di sektor pariwisata, Pertamina menjamin suplai avtur untuk penerbangan ke Labuan Bajo, Banyuwangi, Malang, dan Lombok.

Pertamina juga berkontribusi sebagai penggerak energi nasional melalui bisnis pelumas, dengan menguasai market share sebesar 60 persen di Indonesia. Pelumas Pertamina menjaga keandalan operasi mesin-mesin industri dan otomotif.

 

Tanggung Jawab Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Pertamina MOR V tidak hanya menjalankan operasional bisnis saja. Sebagai wujud nyata dan komitmen perusahaan yang memperhatikan aspek masyarakat dan lingkungan dalam menjalankan area operasi bisnisnya, Pertamina MOR V berhasil menyabet 4 (empat) penghargaan Nusantara CSR Award 2019 dari La Tofi School of CSR.

Dua penghargaan diantaranya adalah Kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas yang berhasil diraih oleh Unit Operasi Terminal BBM Surabaya Group melalui program CSR Kampung Pejabat (Pusat Ekonomi Jambangan Hebat) dan Kampung Hijau HSSE Jagir. Dua program CSR ini memfokuskan diri untuk membuat masyarakat yang mandiri melalui peningkatan mutu kualitas produk yang dihasilkan oleh masyarakat sekitarnya.

Pemberdayaan UMKM di Kampung Jambangan ini mengusung strategi ‘SI MAMA’, yaitu Sinergi Makmur Bersama. Strategi ini diimplementasikan dengan menitikberatkan pada kegiatan peningkatan peluang usaha bagi masyarakat khususnya usaha kecil, peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi UKM. Kini, sebanyak 6 (enam) UMKM dengan 85 orang warga menjadi penggerak Kampung Pejabat yang membuat Kampung Jambangan berkembang pesat.

Kegiatan lingkungan yang telah dijalankan mendorong dan menginisiasi pengembangan Program Kampung Pejabat Tahap II dengan mengusung konsep ecoriparian. Konsep ecoriparian berupa pengembangan kawasan ekowisata di pinggir sungai dengan edukasi lingkungan. Program berkonsep ecoparian ini dikembangkan tidak hanya di Kelurahan Jambangan namun juga menyasar 3 (tiga) wilayah lain yang berada di Kecamatan Jambangan yaitu Kelurahan Kebon Sari, Kara, dan Pagesangan. Empat kelurahan tersebut semuanya berada di pinggiran Kali Brantas, Surabaya.

Bantaran sungai yang dulunya menjadi tempat pembuangan sampah kini telah menjadi sebuah area taman di pinggir sungai yang rapi dan bersih. Program Ecoriparian ini mengusung konsep ‘balik kanan’ dalam menanamkan awareness ke masyarakat, yaitu menjadikan bantaran sungai yang tadinya merupakan halaman belakang rumah warga sebagai halaman depan bagi warga yang tinggal di area sempadan sungai 4 (empat) kelurahan tersebut.

Sementara di Kampung Hijau HSSE Jagir, sejak 2017 Pertamina memberikan peningkatan kapasitas dan pendampingan terhadap masyarakat melalui 2 (dua) kegiatan besar yang saling tersinergi yaitu Pengembangan Kampung Wasiat dan Lansia Selamat. Kampung Wasiat yaitu Warga Siap Tanggap Daurat memiliki kegiatan utama berupa peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan kebakaran lingkungan dan kesadaran menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Kampung Wasiat diinisiasi dengan pembentukan tim tanggap darurat warga bernama Tim Wasiat atau Warga Siap Tanggap Daurat. Pada awal pembentukannya Tim Wasiat beranggotakan 10 (sepuluh) orang yang merupakan perwakilan dari masing-masing RT.

Ruang lingkup program Lansia Sehat terdiri dari menjadi 3 (tiga) kegiatan, yaitu Kegiatan Sehat, dilakukan melalui sosialisasi edukasi kesehatan oleh dokter dan pelaksanaan medical check- up secara rutin; Kegiatan Langgeng, dilakukan untuk mempertahankan gerak motorik, keseimbangan otak kanan dan kiri, serta melancarkan darah dan pernafasan; dan Kegiatan Manfaat, dilakukan melalui pembentukan kelompok kerja untuk pengelolaan kegiatan produktif seperti lingkungan sehat, penanman hidroponik, budidaya jamur, budidaya sayuran organik, budidaya lele, dan pembuatan kerajinan daur ulang.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina terus menggulirkan Program Kemitraan (PK) untuk memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi agar makin produktif dan dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

“Program kemitraan ini merupakan salah satu upaya kami untuk membantu masyarakat dalam permodalan usahanya. Selain menjalankan usaha di bisnis minyak dan gas, Pertamina juga berkomitmen untuk memajukan masyarakat di sekitar area operasinya,” ujar Werry.

Pertamina sangat mendukung upaya memajukan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), termasuk di Jawa Timur. “Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pertamina MOR V tercatat telah menyalurkan dana Program Kemitraan sebesar Rp 163 miliar pada 2016 hingga 2019, kepada UMKM di Jawa Timur,” jelas Werry.

Selain pinjaman modal, Pertamina juga melakukan pengembangan dan pembinaan pada UMKM. Di antaranya melalui pelatihan pemasaran untuk meningkatkan kualitas produk UMKM agar dapat bersaing di pasaran. Pertamina juga mengikutsertakan mitra binaan unggulan pada pameran tingkat regional, nasional, maupun internasional.