Pemerintah Undang Swasta Kelola Tiga Bandara

JAKARTA (global-news.co.id) – Pemerintah mengundang pihak swasta untuk mengembangkan tiga bandar udara (bandara) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Ketiga bandara tersebut, Kualanamu International Airport Medan, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Singkawang Kalimantan Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Pemerintah sendiri baru saja menentukan pemenang lelang proyek pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT). Menariknya, pemenang KPBU dalam proyek tersebut berasal dari konsorsium perusahaan domestik dengan asing, yakni PT Cardig Aero Service Tbk (CAS), Changi Airports International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

“Kami ingin mulai dengan yang lain termasuk yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (26/12/2019).

Menhub meyakini tak hanya investor swasta dalam negeri, namun juga asing akan berminat untuk menanamkan modal pada ketiga bandara tersebut. Keyakinan ia dasarkan pada potensi komersial bandara tersebut cukup besar.

Sebut saja Kualanamu International Airport Medan. Saat ini, penumpangnya mencapai 10 juta orang per tahun. Lalu, Bandara Sam Ratulangi sebanyak 4 juta penumpang per tahun. Sedangkan Bandara Singkawang masih dalam proses studi lanjutan dan ditargetkan mulai konstruksi pada 2021 atau 2022.

Selain itu, optimisme itu didasari lolosnya investor asing dalam proyek pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo yang notabene kapasitas penumpang baru 500 ribu orang per tahun.

“Labuan Bajo paling sulit saja kami sudah bisa invite (undang investor asing), jadi untuk yang lain-lain lebih mudah,” paparnya.

Ia mengatakan proses lelang proyek Kualanamu International Airport akan memasuki tahapan pra kualifikasi dalam waktu dekat. Sedangkan, Bandara Sam Ratulangi baru mulai tahapan klarifikasi proyek.

Menhub meyakini potensi investasi dari kedua bandara tersebut bakal melampaui Bandara Komodo yang tercatat sebesar Rp 1,2 triliun. “(Potensi investasi) Kualanamu mungkin kira-kira Rp 4 – 5 triliun dan Manado Rp 2- 3 triliun,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Bandara Komodo merupakan proyek KPBU pada proyek bandara pertama yang melibatkan investor asing. Selanjutnya, konsorsium Cardig dan Changi akan menanamkan investasi sebesar Rp 1,2 triliun dalam kurun waktu maksimal lima tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal pengembangan Bandara Komodo. Selain itu, konsorsium juga akan menyediakan belanja operasional sebesar Rp 5,7 triliun dalam kurun waktu 25 tahun.

Setelah masa konsesi 25 tahun berakhir, maka konsorsium akan menyerahkan kembali pengelolaan Bandara Komodo kepada pemerintah. bej, ara, cnn