Korban Bus Sriwijaya Bertambah, Menhub Warning Sopir Bus

TIM SAR kesulitan mengevakuasi korban dan bangkai bus Sriwijaya.

PALEMBANG (global-news.co.id) – Tragedi memilukan terjadi menjelang Natal 2019. Tragedi kecelakaan paling mengerikan di akhir tahun ini. Bayangkan saja sebanyak 32 orang penumpang  bus AKAP Sriwijaya, tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi masuk ke jurang kemudian terjun ke sungai di Jurang Liku Lematang, Pagaralam, Sumatera Selatan Senin (23/12/2019) malam pukul 23.15 WIB lalu.

Pencarian korban terus dilakukan oleh Tim Basarnas Kantor SAR Palembang hingga Rabu 25 Desember 2019. Sampai pukul 12.55 WIB, Tim Evakuasi kembali menemukan satu penumpang dalam keadaan meninggal dunia. Untuk mengetahui identitas korban yang baru ditemukan ini, mayat langsung dibawa ke Rumah Sakit Besemah Pagaralam. Jumlah korban tewas sampai Rabu sebanyak 32 orang.

“Sebanyak 45 orang ditemukan, 32 penumpang meninggal dunia, terdiri dari laki-laki 16 orang dan perempuan 12 orang. Belum terindentifikasi 4 orang dan selamat 13 penumpang,” kata Dayu Willy, Humas Basarnas kantor SAR Palembang.

Tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian terhadap korban. Kendala yang dialami oleh tim SAR gabungan adanya pusaran air yang mempersulit proses evakuasi. Meski demikian upaya evakuasi terus dilakukan termasuk mengevakuasi bangkai bus AKAP Sriwijaya yang masih di dalam air.

Bus tersebut melakukan perjalanan dengan jumlah penumpang awal sekitar 30 orang. Namun dalam perjalanan bertambah menjadi 50 orang.

Sebelum jatuh ke jurang dan masuk sungai, bus menabrak dinding beton pembatas kelokan jalan yang memang berliku. Polisi menduga kendaraan itu mengalami rem blong sehingga sopir tidak bisa mengendalikannya. Tim KNKT sudah diterjunkan ke lokasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

Saat dikonfirmasi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa bus Sriwijaya tersebut.  Pasalnya, kecelakaan yang terjadi di Pagaralam ini menelan banyak korban jiwa.

“Saya menyampaikan duka cita semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat di sisi-Nya,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu  (25/12/2019).

Menurut Budi, apa yang terjadi pada kecelakaan tersebut merupakan peristiwa yang berada di luar kendali. Apalagi, dirinya sudah melakukan beberapa langkah seperti ramp check kepada bus-bus pariwisata sejak jauh-jauh hari. “Itu suatu kejadian tidak bisa kita kendalikan. Kamis sudah menugaskan beberapa staf dari Direktur Jenderal Darat terutama dari KNKT,” jelasnya.

Dia mengaku sudah menugaskan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Oleh karena itu dirinya belum mau berkomentar lebih banyak sebelum hasil penyelidikan keluar. “Tentu akan mencari penyebab kecelakaan (bus Sriwijaya),” kata Budi.

Dia mengimbau kepada seluruh operator dan sopir bus untuk mengutamakan keselamatan penumpang. Apalagi saat ini banyak sekali masyarakat yang berlibur menggunakan bus. “Saya minta operator dan sopir mengutamakan safety apalagi mereka membawa penumpang banyak,” katanya. okz, ara