Komisi E Sambut Baik Penghapusan UN oleh Pusat

SURABAYA (global-news.co.id) – Dihapusnya UN (Ujian Nasional) oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan disambut baik oleh Komisi E DPRD Jatim. Mengingat selama ini sistem pembelajaran di Jatim cukup bagus, sehingga tak heran banyak anak didik di Jatim selalu menjadi juara baik di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Artono

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Artono menegaskan jika dalam bersosialisasi di masyarakat tidak hanya dibutuhkan intelegensi saja, tapi juga karakter. Untuk itu pihaknya menyambut baik penghapusan Ujian Nasional pada 2021. Pasalnya, dengan majunya teknologi, sekolah tidak hanya mengandalkan pada intelegensi saja,  tapi karakter dan kerjasama siswa juga sangat dibutuhkan.

“Contohnya di Amerika. Di negara maju seperti ini ternyata kerjasama antar siswa yang didahulukan, sementara soal kepandaian nomor sekian. Biasanya anak pandai lebih cenderung bersikap individu, sementara dalam bersosialisasi di masyarakat dibutuhkan kerjasama dan karakter,”tegas politikus asal PKS ini, Selasa (17/12/2019).

Dicontohkan pria yang juga pengusaha sukses ini bagaimana ITS dapat menciptakan mobil listrik hingga menang di dunia internasional. Tapi nyatanya hingga saat ini Indonesia tidak punya pabrik mobil listrik. “Intinya juara itu biasa. Tapi cara mengimplemantasikan agar para generasi muda bisa menjadi entrepreneur itu sulit,”papar pria murah senyum ini.

Seraya disebutkan hasil penelitian yang dilakukan Prof Agus Budiyono yang mengajar 15 tahun di tiga sekolah yaitu Australia, Amerika, Korea dan Indonesia sendiri jika ada tiga hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu NEM, IPK dan rangking. “Intinya betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan,”tegas alumni ITS ini.

Ternyata sinyalemen ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 milioner di Amerika Serikat.

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke-30. Sementara faktor IQ pada urutan ke-21. Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.  “Artinya menurut hasil riset, nilai NEM, rangking tidak terlalu pengaruh terhadap kesuksesan,”lanjutnya.

Namun lebih dari itu sesuai hasil riset ada sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan, yaitu Kejujuran (Being Honest With All People),  Disiplin Keras (Being Well-Disciplined), Mudah Bergaul (Getting Along With People),  Dukungan Pendamping (Having a Supportive Spouse),  Kerja Keras (Working Harder Than Most People), Kecintaan pada yang Dikerjakan (Loving My Career/Business),  Kepemimpinan (Having Strong Leadership Qualities),  Kepribadian Kompetitif (Having a Very Competitive Spirit/Personality),  Hidup Teratur (Being Very Well-Organized) serta Kemampuan Menjual Ide (Having An Ability to Sell My Ideas/Products). “Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.  Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan soft skill,”paparnya dengan nada penuh optimistis. ani