Kesenian Tradisional Terancam Hilang, Paguyuban Artis Surabaya Wadul ke DPRD Jatim

Ketua PAS saat bertemu pimpinan DPRD Jatim, Kamis (19/12/2019).

SURABAYA (global-news.co.id)  – Artis seniman Surabaya yang tergabung dalam wadah Paguyuban Artis Seniman (PAS) wadul ke DPRD Jatim karena prihatin atas kondisi seniman di Surabaya. Bahkan, Lusiati Fauzi selaku Ketua PAS  mengaku kesenian ludruk maupun Srimulat belakangan ini sudah mulai menurun tayangnya karena banyak faktor yang mempengaruhi.

“Termasuk juga beberapa tempat mereka sudah dikurangi jam penampilannya. Kalau dulu di THR bisa tampil rutin sekarang sudah dikurangi sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan seniman,” ujar Lusiati dihadapan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, Kamis (19/12/2019).

Imbas dari rendahnya tingkat kesejahteraan seniman ludruk itu, kata Lusiati mengakibatkan regenerasi seniman juga stagnan sehingga kalau terus dibiarkan bisa mengancam kelestarian kesenian ludruk.  “Generasi muda enggan belajar atau menekuni kesenian ludruk karena jaminan kesejahteraannya rendah,” dalih Lusiati Fauzi.

Menanggapi keluhan tersebut, politisi asal Partai Golkar menyatakan bahwa kesenian ludruk merupakan salah satu ikon kesenian Jatim. Bahkan grup ludruk Srimulat yang sudah kondang namanya itu juga dikenal asal Surabaya atau Jatim.

“Melihat kondisi seniman ludruk yang memprihantinkan seperti ini, saya kira DPRD Jatim akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Jatim. Kira-kira mana tempat UPT Dinas Pariwisata yang bisa menampung mereka supaya bisa eksis menampilkan karya seni seniman ludruk dan bisa menjadi tempat hiburan masyarakat Jatim,” kata Sahat Tua Simanjuntak.

Pihaknya juga akan mendukung upaya para seniman yang menginginkan adanya payung hukum berupa Perda untuk melindungi dan melestarikan kesenian dan budaya serta seniman di Jatim.  “Tentu kami juga akan melakukan kajian, apakah secara literatur memungkinkan DPRD Jatim membuat payung hukum untuk melindungi kesenian dan seniman di Jatim,” jelasnya. ani