Kenalkan Fitur Baru, GrabExpress Bantu Bisnis Wirausahawan Mikro Jatim

Head of GrabExpress Grab Indonesia Tyas Widyastuti (dua dari kanan) di sela peluncuran fitur terbaru #TambahSukses dengan GrabExpress di Surabaya, Kamis (5/12/2019).

SURABAYA (global-news.co.id) – Layanan kuris berbasi aplikasi online, GrabExpress memperkenalkan lima fitur baru yang diharapkan dapat membantu mendorong bisnis wirausahawan mikro di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Program ini merupakan sarana peningkatan kompetensi pelaku UMKM di Surabaya dan sekitarnya, dengan memberikan pelatihan khusus pemasaran digital dan fotografi.

Head of GrabExpress Grab Indonesia Tyas Widyastuti menjelaskan merujuk kinerja Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur 2018, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim di kisaran 57,52 persen, dari total 12,1 juta unit UMKM. Dan PDRB Jawa Timur 2018 menurut perhitungan BPS adalah Rp 2.189,78 triliun .

Artinya peran UMKM terhadap PDRB kian signifikan. Namun, di sisi lain, usaha jenis ini juga memiliki keterbatasan yang perlu jadi perhatian. Analisis Sensus Ekonomi 2016-Lanjutan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik, mencatat bahwa salah satu keterbatasannya adalah soal keterampilan dan pengetahuan sumber daya manusia, serta minimnya akses teknologi .

“Karena itu program ini diharapkan bisa jadi salah satu sarana untuk mengatasi keterbatasan tersebut, terlebih dengan adanya pelatihan pemasaran digital dan fotografi yang memang diperlukan untuk menghadapi tuntutan Revolusi Industri 4.0. Di sisi lain juga sejalan dengan komitmen 2025  GrabFood  untuk memastikan setiap orang dapat menikmati manfaat penuh dari ekonomi digital,” kata Tyas Widyastuti di sela peluncuran fitur terbaru #TambahSukses dengan GrabExpress di Surabaya, Kamis (5/12/2019).

Sedangkan kelima fitur baru tersebut yang  dikenalkan kemarin adalah pertama adalah bukti pengiriman dan pelacakan langsung, yaitu pengirim dan pelanggan dapat memantau proses pengiriman dengan masuk ke tautan yang otomatis dikirimkan ke aplikasi Grab pada proses pengantaran. Kedua, layanan paket hemat yakni pelanggan GrabExpress dapat memanfaatkan langganan paket hemat untuk menikmati harga pengiriman yang lebih hemat.

Fitur ketiga, GrabExpress Car yang merupakan layanan pengiriman barang dengan kapasitas besar atau hingga 150 kilogram dalam sekali pemesanan yang didukung armada GrabCar. Selanjutnya, fitur Nalangin, adalah layananan yang menghadirkan pilihan sistem cash on delivery (COD) untuk semua pengguna di Bandung, Surabaya, Semarang dan Makassar. Fitur terakhir adalah pemesanan via web, yaitu pengguna dapat memesan layanan GrabExpress Instan, via portal web booking GrabExpress. “Kehadiran lima fitur tersebut merupakan komitmen kami menghadirkan layanan yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia,” ucap Tyas lagi.

Pada kesempatan tersebut juga digelar pelatihan terhadap wirausahawan mikro dengan menghadirkan pelaku bisnis UMKM yang sukses, khususnya melalui pemasaran digital. Para pelaku bisnis yang menjadi pembicara yaitu pemilik bisnis DapurFit Jessica Yamada yang berbagi mengenai pemasaran digital, lalu Andrea Tya selaku praktisi fotografi media sosial Surabaya yang memberi pelatihan teknik memotret produk. Satu lagi pelaku bisnis yaitu Kevin Andy selaku pemilik bisnis Peapepo agar peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik untuk dapat bersaing di era industri 4.0.

GrabExpress merupakan layanan kurir berbasis aplikasi yang memiliki pertumbuhan paling cepat di Indonesia, dan telah melayani 150 kota di seluruh Indonesia. Lebih dari 50% pengguna GrabExpress adalah wirausahawan mikro yang menjual barangnya melalui media sosial maupun marketplace. Jumlah pengiriman harian dengan menggunakan GrabExpress pun telah meningkat lebih dari 20 kali lipat dalam satu tahun terakhir di mana lebih dari 90% jumlah pesanan tersebut tiba tepat waktu di tempat tujuan.

Kehadiran Grab di Surabaya secara umum telah membawa dampak positif bagi perekonomian Kota Surabaya. Berdasarkan data dari riset yang dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, selama 2018 Grab telah berkontribusi sebesar Rp 8,9 triliun pada perekonomian Kota Surabaya. Riset tersebut juga mengungkap bahwa mitra GrabFood di Surabaya, yang rata-rata merupakan pelaku bisnis UMKM, memperoleh peningkatan penjualan sebesar 34% menjadi Rp 1,73 juta per hari. Sebelum bermitra dengan Grab, penjualan rata-ratanya hanya Rp 1,3 juta per hari. tis