Jelang Nataru Daging Kerbau India Serbu Pasar Jatim

Daging kerbau dari India disebut-sebut mulai kuasai pasar Jatim jelang Nataru.

SURABAYA (global-news.co.id) –  Di tengah harga daging sapi yang  mengalami kenaikan menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2020, ternyata dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menjual daging kerbau asal India ke Jawa Timur. Karenanya, dalam waktu dekat ini Komisi B DPRD Jatim akan memanggil Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, untuk memastikan adanya daging kerbau ilegal asal India tersebut.

Wakil Ketua Komisi B Habib Mahdi menegaskan, pihaknya segera meminta keterangan kepada dinas terkait, terkait maraknya daging kerbau yang menabrak Pergub Tahun 2010. Karenanya, kalau ini dibiarkan akan merusak tata dagang daging di Jatim dan merugikan para peternak, mengingat harga daging kerbau asal India sangat murah.
“Kalau perlu dalam waktu dekat akan memanggil dinas terkait,” terangnya, Kamis (12/12/2019).
Politisi PPP Jawa Timur ini menegaskan, pihaknya, mengindikasikan ada sejumlah importir memanfaatkan mahalnya harga daging sapi di Jatim. Untuk itu, pihaknya
tidak akan mentolelir mereka yang memanfaatkan kondisi ini dengan memasukkan daging tidak sesuai dengan regulasi. “Jangan sampai ada yang memanfaatkan hari besar dengan mendatangkan daging yang tidak sesuai dengan regulasi di Jawa Timur,” terang Mahdi.
Seperti diketahui, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur Muntowif mengatakan menjelang
Natal dan Tahun Baru 2020 diikuti dengan meningkatnya
kebutuhan daging sapi. Namun hal ini, dimanfaatkan importir daging kerbau untuk memasukkan daging kerbau. “Buktinya, jumlah sapi potong di RPH tidak mengalami kenaikan, bahkan cenderung turun, akibat maraknya daging kerbau yang diperjualbelikan di masyarakat,”kata dia.
Muntowif menambahkan, masuknya daging kerbau ke Jatim jelas melanggar surat edaran (SE) Gubernur. “Pemahaman kami sampai saat ini SE Gubernur yang dibuat pada tahun 2010 tersebut belum direvisi. Sehingga daging kerbau yang masuk ke Jatim bisa dikatakan ilegal,” tegas Muntowif.
Adapun sampai saat ini, belum ada kebijakan yang bersifat strategis untuk menjadikan Jawa Timur menyukseskan swasembada daging. Pemerintah dinilai semu dan hanya berbasis kertas dalam pendataan sapi. Ini membuat harga daging sapi tidak bisa naik, dikarenakan daging kerbau impor dari India masuk ke Jatim secara bebas. Ia mengindikasikan masuknya daging kerbau ilegal ini, mendapat rekom dari instansi terkait Jatim.  ani

 

i