Jatim Prospektif bagi Industri Fintech

Jatim menjadi salah satu provinsi yang menjanjikan bagi industri fintech.

JAKARTA (global-news.co.id) – Jawa Timur dinilai sebagai provinsi yang prospektif dan menjanjikan bagi industri financial technologi (fintech) termasuk layanan keuangan digital.

Chief Risk Officer (CRO) Asetku Jimmi Adhe Kharisma mengatakan Jatim merupakan salah satu provinsi yang menjanjikan bagi industri fintech. “Menurut data OJK, penyaluran dana ke peminjam seluruh Indonesia dari 144 platform Peer to Peer Lending mencapai Rp 60 triliun per Oktober 2019,” katanya di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Tercatat penyaluran dana ke peminjam di Jawa Timur mencapai 10 persen dari total penyaluran dana yaitu sekitar Rp 6 triliun. Dari total Rp 6 triliun tersebut, 9,1 persen berasal dari penyaluran dana Asetku di Jawa Timur. Sebagai platform peer to peer lending, Asetku tercatat telah menyalurkan dana di Jatim mencapai Rp 543 miliar.

Jimmi mengatakan Jatim menjadi provinsi ketiga terbesar setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat berdasarkan akumulasi jumlah pinjaman yang telah diberikan kepada peminjam. “Saat ini total penyaluran dana yang diberikan kepada peminjam Jawa Timur mencapai Rp 543 miliar per-Oktober2019. Bukan hanya penyaluran dana ke peminjam Jawa Timur yang cukup memuaskan, namun juga dana yang berasal dari pendana atau lender Asetku di Jawa Timur mencapai Rp 485 miliar,” katanya.

Jumlah pinjaman yang diberikan pendana di Jawa Timur juga menjadi provinsi ketiga terbesar berdasarkan jumlah akumulasi dana. “Dari sini bisa kami simpulkan bahwa masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya sudah cukup paham akan layanan fintech P2P lending baik dari sisi peminjam maupun dari sisi pendana,” katanya.

Bukan hanya di Jawa Timur, Asetku juga menyalurkan dana ke seluruh Indonesia. Saat ini jumlah dana yang telah disalurkan mencapai Rp 4,8 triliun sejak Oktober 2017. Dari data tersebut, Asetku optimistis jumlah penyaluran dana akan kian meningkat diiringi dengan beragam pilihan tipe pendanaan yang ditawarkan. Mulai dari pendanaan berjangka waktu 15 hari sampai yang terlama yaitu 12 bulan dengan return rate hingga 22 persen.

“Tentu juga diiringi dengan berbagai promo menarik dan edukasi dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital Indonesia,” kata Jimmi.

Belum lama ini Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan Fintech Exhibition 2019 di Surabaya. Fintech Exhibition Surabaya 2019 merupakan acara edukasi yang dikemas dengan pameran, hiburan, dan talkshow seputar industri fintech berlangsung selama tiga hari mulai 29 November – 1 Desember 2019 diadakan di SCC PakuwonTrade Center Surabaya. jef, ntr