Hari AIDS, Jatim Terus Upayakan Tekan Kasus HIV

SURABAYA (global-news.co.id) –  Memeringati Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terus melakukan upaya untuk menekan jumlah penderita penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).  Hingga Oktober lalu, angka kumulatif  infeksi HIV di Jatim sebanyak 50.556.

dr Kohar Hari Santoso SpAn

Kepala Dinkes Jatim, dr Kohar Hari Santoso SpAn menyebut  tiga langkah yang dilakukan pihaknya dalam upaya tersebut, mengadakan penyuluhan, menemukan orang-orang dengan HIV dan mengobatinya, serta memertahankan agar mereka tetap berproduktif di tengah masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, penyuluhan tersebut dilakukan pada kelompok-kelompok khusus yang berisiko terkena HIV,  melakukan pemeriksaan-pemeriksaan  termasuk pada ibu yang berisiko HIV supaya tidak menular pada anaknya, membagikan obat anti retroviral (ARV) untuk menekan virus agar sampai pada batas tidak menular dan tidak memberikan akses supaya tidak gampang jatuh pada kondisi AIDS.

“Tentu saja masyarakat lain juga diminta untuk melakukan langkah-langkah pencegahan yang memadai. Misalnya ibu-ibu hamil dilakukan pemeriksaan, pada mereka yang terindikasi HIV diberikan obat ARV,” ujarnya, Minggu (1/12/2019).

Data dari Dinkes Jatim menyebut, sepanjang 2019 hingga bulan Oktober telah dilakukan tes HIV pada 522.869, yang positif HIV sebanyak 7.105, ibu hamil positif HIV 477. Sedang yang menjalani pengobatan ARV sebanyak 5.801. Sementara yang positif AIDS laki-laki sebanyak 377 dan perempuan 185. Beberapa daerah yang angka HIV-nya tinggi adalah Surabaya, Jember, Banyuwangi, dan Malang

Kohar  mengatakan, mereka yang terindikasi HIV ini coba dipertahankan agar tetap bisa produktif dengan melakukan aktivitas yang tidak mengganggu masyarakat. “Tentu saja masyarakatnya juga diminta untuk tidak memberikan stigma pada penderita HIV dan berperilaku proporsional,” ujarnya.

”Sementara pada mereka yang terindikasi, tolong merapat kepada pelayanan kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut. Saat ini sudah ada beberapa puskesmas termasuk di Surabaya yang ramah HIV. Tidak usah takut karena kita akan melakukan pengobatan dengan memberikan ARV untuk menekan virus,” lanjutnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia –setiap 1 Desember–penting dilakukan untuk kampanye menumbuhkan kesadaran semua orang terhadap penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang disebabkan oleh virus HIV

Seperti yang kita ketahui, tubuh manusia memiliki sel darah putih (limfosit) yang berguna sebagai pertahanan tubuh dari serangan virus maupun bakteri. Virus HIV yang masuk tubuh manusia dapat melemahkan bahkan mematikan sel darah putih dan memperbanyak diri, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuhnya (CD4).

Dalam kurun waktu 5-10 tahun setelah terinfeksi HIV, seseorang dengan HIV positif jika tidak minum obat ARV akan mengalami kumpulan gejala infeksi opportunistik yang disebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh akibat tertular virus HIV, yang disebut AIDS.ret