Gubernur Khofifah Pantau Harga Bahan Pokok di Sejumlah Pasar Tradisional

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tambahrejo Surabaya, Selasa (24/12/2019).

SURABAYA (global-news.co.id)– Menjelang Natal dan Tahun Baru 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kadisperindag  Jawa Timur, KPPU, Bulog dan Kepolisian melakukan pemantauan secara langsung harga bahan pokok (Bapok) di Pasar Tambak Rejo Surabaya dan Pasar Larangan Sidoarjo, Selasa (24/12/2019).

Harga sejumlah kebutuhan pokok sebelumnya telah dipantau oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur sejak tanggal 16 Desember 2019. Tetapi, Gubernur ingin mengetahui secara langsung perkembangan harga di pasar rakyat Tambakrejo Surabaya.

“Pasar Tambakrejo  ini adalah merupakan satu dari 25 pasar di Jawa Timur yang menjadi titik pantau Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jadi ketika BPS melihat inflasi itu ada 25 titik pantau di pasar-pasar di Jawa Timur salah satunya ya Tambak Rejo ini,” ujarnya Gubernur kepada media usai pantau pasar Tambakrejo.

Maksud dan tujuan pantauan kebutuhan pokok ini, tutur Khofifah, adalah untuk memastikan jika stok yang dibutuhkan masyarakat, terpenuhi atau aman menjelang Nataru. Menyusul kemudian, melihat kestabilan harga di pasar. “Paling utama yang penting stok aman. Yang kedua, sebagian besar kalau harga bahan pokok aman, stabil,” ungkapnya.

Namun, ada satu ujar Khofifah adalah bumbu dapur yang mengalami kenaikan hingga sampai sekitar Rp 10.000/kg yakni bawang merah. Ia menjelaskan, bawang merah yang dijual di Pasar Tambak Rejo, berasal dari Kabupaten Nganjuk, karena yang dari Probolinggo harganya lebih mahal. “Mereka melihat purchasing power ya, jadi daya beli masyarakat, lebih banyak yang mereka jual di sini adalah yang dari Nganjuk, Rp 35.000/kg, biasanya Rp 25.000, sementara bawang merah dari  Probolinggo Rp 30.000/kg, sekarang Rp 40.000 Propolinggo,” ungkapnya.

Sementara untuk bawang putih justru ada penurunan harga, kemudian cabe rawit maupun cabe merah besar juga ada penurunan harga. Sementara itu, telur ayam ras ada kenaikan Rp 1.000 – Rp 2.000/kg, lalu beras medium ada kenaikan Rp 1.000/kg. “Tetapi bahwa ketika menghadapi peak season liburan Natal dan liburan Tahun Baru, rasanya kenaikan Rp 1.000/kg, misalnya untuk beras medium, kemudian kenaikan Rp 1.000 – Rp 2.000/kg untuk jenis telur tertentu, itu sesuatu yang masih dalam koridor yang bisa ditolerir,” tuturnya.

Sedangkan, untuk harga daging, hasil pantauan Gubernur, semua dalam posisi harga yang stabil, varian-varian kualitas daging tetap pada posisi harga yang stabil. “Jadi poin yang ingin saya sampaikan, stok bahan pokok di Jawa Timur semua dalam posisi aman. Kembali saya ingin menyampaikan jangan ada upaya menimbun karena semua stok aman,” pungkas. sir, kom, ins