Gerindra Dorong Pemerintah Keluarkan Regulasi tentang Konten Demoralisasi

SURABAYA (global-news.co.id) – Berkembangnya teknologi informasi ternyata banyak berdampak negatif ke masyarakat. Buktinya, saat ini marak konten prostitusi online yang bisa diakses dengan mudah  lewat gadget.  Dan menariknya, korbannya tidak hanya orang dewasa yang memiliki uang, namun hingga anak sekolah dasar tanpa memandang kalangan.

Achmad Hadinudin

Ketua Fraksi Gerindra Jatim Achmad Hadinudin merasa prihatin dengan kondisi ini. Semua anak-anak hingga orang dewasa dengan mudahnya dapat mengakses konten prostitusi  lewat gadget yang saat ini dimiliki semua orang tanpa memandang kalangan. Dan yang lebih menakutkan lagi praktik prostitusi berdiri marak di mana-mana tanpa ada kawasan seperti dulu.

“Ini yang lebih menakutkan dan membuat degradasi moral buat generasi kita. Bayangkan, kalau dulu praktik prostitusi ditandai dengan kawasan. Tapi sekarang cukup klik saja lewat gadget kita dengan mudah menemukannya. Coba lihat di me call, di sana sudah banyak tertera layanan yang diinginkan dan kita tinggal ngechat saja. Kalau ini dibiarkan bertambah rusak anak bangsa,”tegas pria yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim, Rabu (4/12/2019) ini.

Untuk itu, Fraksi Gerindra Jatim mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi yang menyangkut kesalehan sosial ini. Jika hal itu tidak segera diatur maka dikhawatirkan akan membuat demoralisasi generasi muda bangsa.

Bahkan Hadinudin memandang  bisnis prostitusi tak kalah mematikannya dengan bisnis narkoba. Di mana mereka dapat berbuat seenaknya dan apa saja, yang penting bisa memuaskan mereka. Di sisi lain praktik ini bebas dari pengawasan aparat hukum.

“Selain pemerintah mengeluarkan regulasi, para orangtua harus bijak dalam mendampingi putera-puterinya dalam bergadget. Mengingat terkadang konten tersebut muncul dengan sendirinya ketika kita mengakses sesuatu lewat internet,”paparnya. ani