Desa Bunder Raih Terbaik I Sinodes Tingkat Jatim

Tim Penilai Dinas PMD Jatim saat Verifikasi Lapangan di Desa Bunder.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Inovasi Rekristalisasi Garam Antar Desa Bunder Raih Terbaik I Sinodes Tingkat Jatim. Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Madura, berhasil meraih terbaik I Kompetisi Inovasi Desa (Sinodes) untuk  Bidang Kewirausahaan (pengembangan ekonomi local ) tahun 2019. Kompetisi ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Propinsi Jawa Timur.

Kepastian Desa Bunder meraih terbaik I dalam Sinodes itu diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Propinsi Jawa Timur NO. 411.2/1435/112.2/2019, tanggal 26 Nopember 2019, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Timur Ir Muhammad Yasin MSi. Sinodes kali ini diikuti oleh sekitar 60 desa dari seluruh kabupaten dan kota se Jawa imur.

Pamekasan sendiri mengirim dua desa yakni Desa Bunder dan Desa Jarin Kecamatan Pademawu.  Namun yang berhasil meraih juara hanya Desa Bunder dengan program inovasi rekristalisasi garam menuju eduwisata garam. Pelaksanaan verifikasi lapangan Sinodes ke Desa Bunder dilakukan pada 11 Nopember lalu. Tinjauan lapangan ini untuk sinkronisasi data fortopolia yang dikirim oleh Pemkab Pamekasan pada panitia di Propinsi.

Sejumlah tim penilai dari Dinas PMD Jatim turun ke Desa Bunder melihat dan melukukan dialog langsung dengan aparat dan pelaksana inovasi desa.

“Alhamdulillah dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim propinsi, kami diputuskan menjadi terbaik I untuk bidang kewirausahaan pegembangan ekonomi local. Sedangkan terbaik II diraih oleh Desa Purwodadi Kabupaten Pasaruan dengan program inovasi pengembangan lumbung pangan desa,” tutur Taufik Hidayat, Direktur BUMDes Bunder Pademawu, Minggu (1/12/19) pagi.

Taufik mengungkapkan dari sekitar desa 60 peserta dari kabupaten se Jawa Timur, panitia memilih 10 terbaik sesuai dengan pembidangannya. Dari 10 terbaik itu lalu dilakukan tinjauan lapangan atau verifikasi lapangan pada tanggal 11 sampai 19 Nopember lalu, kemudian menetapkan 5 terbaik sesuai pembidangan.

Dengan keberhasilan menjadi terbaik I, kata Taufik, maka Tim Sinodes Desa Bunder mendapat undangan untuk menerima hadiah dan penghargaan yang akan dilakukan bersamaan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) pada tangal 2 sampai 5 Desember 2019  mendatang di Kota Batu. 

Program inovasi desa yang mengantarkan Desa Bunder meraih juara terbaik I adalah program rekristalisasi garam. Rekristalisasi garam adalah upaya untuk mengolah kembali garam rakyat yang berkualitas jelek menjadi berkualitas baik dan haragnya juga baik. 

“Garam rakyat yang asalnya kelas 3 setelah rekristalisasi naik  peringkat ke kelas 2 hingga kelas 1. Dengan kenaikan kualitas ini, maka otomatis harga belinya juga menjadi naik dan menguntungkan petani garam. Dari semula harganya Rp 200 ribu/ ton, setelah rekristalisasi naik jadi Rp 2,5 juta/ ton, ” ungkapnya. 

Rekristalisasi garam ini, kata Taufik, berjalan baik berdasarkan  bantuan permodalan dari BUMDes Mutiara Segara yang dimiliki Desa Bunder. Selain memberikan bantua modal, BUMDes itu juga melakukan pembelian garam rakyat hasil rekristalisasi itu dengan harga yang tinggi dan menguntungkan masyarakat. Dia berharap Pemkab Pamekasan mendukung guna langkah pengembangan selanjutnya.

Selama ini memang ada kendala di antaranya soal ijin dari BP POM, kesulitan untuk mendapat ijin SNI. 
”Jika dikembangkan dengan serius inovasi ini, akan menjadi luar biasa efek positifnya, karena 70 persen warga Bunder itu petani garam, “ pungkasnya. (mas)