BPBD dan Dakmar Buru Sarang Tawon Ndas

TUBAN (global-news.co.id) – Keberadaan Tawon Ndas atau Vespa Affinis yang kerap membahayakan warga, bahkan bisa menyebabkan orang kehilangan nyawa, menjadi perhatian serius sejumlah Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Di Tuban, Pemkab setempat mengerahkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedangkan di Bojonegoro menerjunkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Plt Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Emil Pancoro

Keduanya di masing-masing daerah memburu keberadaan sarang tawon Ndas yang mematikan tersebut. Tim BPBD Tuban dalam 12 jam telah berhasil membasmi 8 titik sarang tawon yang berada di perkampungan warga.

Evakuasi sarang Tawon Ndas itu berawal saat tim BPBD mendapatkan laporan dari warga, jika terdapat sarang tawon di rumah warga. “Kita mendapat laporan dari warga bahwa terdapat sarang Tawon Ndas di rumah warga. Keberadaan Tawon Ndas itu membuat pemilik rumah dan juga warga merasa resah,” terang Plt Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Emil Pancoro, Rabu (4/12/2019).

Delapan titik sarang yang berhasil dimusnahkan berada di wilayah Kecamatan Kota Tuban, Kecamatan Rengel dan juga Kecamatan Soko. “Delapan titik yang dilaporkan itu berada di lokasi yang berbeda-beda. Sehingga tim menyiapkan peralatan untuk berangkat melakukan evakuasi delapan titik itu,” tambahnya.

Emil mengatakan, proses evakuasi lebih banyak dilakukan pada malam hari. Proses evakuasi dilakukan oleh tim BPBD Tuban dengan cara membakar sarang lebah. Selain itu juga pembasahan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Saat dilakukan evakuasi tawon, sejumlah warga dihimbau untuk masuk ke dalam rumah dan menjauh dari titik sarang Tawon Ndas yang sedang dilakukan penanganan.

“Evakuasi sarang tawon yang dilakukan di rumah warga dilakukan pada malam hari karena lebih efektif dan efisien. Sebab jika malam hari, tawonnya cenderung lebih kondusif dibandingkan kondisi pada siang hari,” terangnya.

Sementara di Bojonegoro petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, kembali melakukan evakuasi sarang tawon. Kali ini pada 3 rumah warga di 3 kecamatan, pada Selasa (3/12/2019) malam. Yakni di Desa Mudung Kecamatan Kepohbaru, Desa/Kecamatan Sumberejo, dan Desa Kanten Kecamatan Trucuk.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kebakaran, Damkar Bojonegoro, Sukirno SSos menuturkan, bahwa maraknya pemberitaan di media massa dan informasi di media sosial terkait tawon vespa belakangan ini, membuat masyarakat di Kabupaten Bojonegoro mulai peduli terhadap keberadaan dan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat sengatan tawon vespa. Terlebih lagi, beberapa waktu lalu di wilayah Kabupaten Tuban, telah jatuh korban jiwa akibat sengatan tawon vespa.

“Tadi malam, petugas mengevakuasi 3 sarang tawon vespa yang ada di rumah warga. Di Kecamatan Kepohbaru dan Sumberrejo dilakukan petugas dari Pos Baureno, sedangkan di Kecamatan Trucuk oleh petugs dari Pos Bojonegoro Kota. Proses evakuasi dilakukan dengan metode pengasapan.”  tutur Sukirno, Rabu (4/12/2019) pagi.

Selain itu, lanjut Sukirno, pihaknya juga telah menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media dan media sosial, terkait bahaya tawon vespa, dan imbauan agar melaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro, manakala menjumpai adanya sarang tawon vespa di lingkungan atau pemukiman warga, agar dapat dievakuasi oleh petugas.

“Tetap waspada jika menjumpai adanya sarang tawon vespa. Jika hanya satu atau dua tawon vespa yang menyengat, tidak akan terlalu bahaya. Akan tetapi tawon vespa mampu mengeluarkan veromon berbahaya untuk mengundang teman satu koloni agar ikut menyengat. Sengatan satu koloni inilah yang dapat mematikan.” kata Sukirno.  imm, jkt