Badrut Tamam : Tahun 2020 Dinas-Dinas Harus Berspirit Entrepreneur

Bupati Tandatangani 7 Perda, Termasuk Perda APBD Tahun 2020.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan APBD Pamekasan tahun 2020 konsisten mengacu pada prioritas yang ada dalam di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di antaranya adalah program prioritas yakni pemberian beasiswa, mendorong lahirnya pengusaha baru, lalu membangun infrastruktur yang berkeadilan dan prioritas lainnya.

Badrut Tamam menegaskan itu pada wartawan usai mengikuti sidang paripurna DPRD Pamekasan yang menetapkan program pembentukan peraturan daerah tahun 2020 dan penetapan 7 Raperda, Selasa 31 Desember 2019.

Raperda yang disahkan di antaranya Raperda APBD Pamekasan tahun 2020. APBD Pamekasan tahun 2020 ini ditetapkan setelah dievaluasi dan mendapat persetujuan Gubernur Jatim tanggal 26 Desember 2019 kemarin.

“Di pemerintahan daerah ini kita nanti tidak ada lagi program dinas, semuanya program Pemkab. Sehingga keseluruhannya bersatu padu, merencanakan sesuatu sesuai dengan prioritas yang kita lakukan,” katanya.

Semua Dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibawah lingkungan Pemkab Pamekasan nanti, kata Badrut Tamam, adalah dinas atau OPD entreprenuer. Maksudnya semua dinas atau OPD memiliki spirit yang dibawa adalah spirit entrepreneur, spirit membangun pertumbuhan ekonomi yang berkolerasi dengan kesejahteraan masyarakat. Dan kesejahteraan itu harus dicapai secara merata dan berkeadilan oleh masyarakat.

“Kalau kemudian pertumbuhan ekonomi itu hanya di tengah tidak terurai ke desa desa, maka pertumbuhan itu tidak sampai dan tidak mensejahterakan masyarakat di desa desa. Sementara target kita adalah mengurangi kemiskinan meciptakan lapangan pekerjaan yang berangkat dari bawah,” terangnya.

Terkait dengan penciptaan pengusaha baru, Badrut Tamam menegaskan pada APBD 2020 mulai dirancang pelatihan, bahkan sudah ada peserta pelatihan yang bisa membuat sepatu.

“Itu sepatu setelah dihitung nilai produksinya hanya 35 ribu kalau dijual di toko itu bisa harganya Rp 500 ribu, karena itu bagus sekali. Sepatunya kuat ringan dan enak,” terangnya.

Terkait dengan itu juga, tambah dia, kini sudah ada 16 produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang sudah masuk di toko modern. Misalnya industri makanan dan camilan. Terkait dengan pengembangan industry sepatu Badrut Tamam mengakui masih butuh waktu dan butuh sentuhan pelatihan berikutnya.

“Intinya janji didalam visi misi untuk menciptakan 2000 pengusaha 10 ribu dalam 5 tahun, itu sudah terang,” jelasnya.

Tentang pemberian beasiswa bagi santri dan pelajar, Pemkab Pamekasan merencanakan tiap tahun ada 1.500 orang yang akan mendapat beasiswa. Kalau selama lima tahun nanti akan berjumlah 7.500 penerima. Jumlah ini telah melebihi target dalam janji atau visi dan misi Bupati yang jumlahnya 5.000 siswa atau santri. (mas)