8 Sapi Mati Mendadak, Peternak Resah

Salah satu peternak sapi di Tulungagung yang dibuat resah atas kematian sapi secara mendadak.

TULUNGAGUNG (global-news.co.id) – Matinya delapan sapi secara mendadak di dua dusun di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, dalam sebulan terakhir membuat resah para peternak sapi di desa setempat. Pasalnya, sebelum ditemukan meninggal, kondisi sapi dalam keadaan sehat, dan tidak ada tanda-tanda mengalami sakit.

Muncul dugaan kematian sapi ternak tersebut karena diracun oleh pihak tidak bertanggung jawab. Isu tersebut membuat warga memperketat penjagaan di sekitar desa dan kandang sapi saat malam hari.

Kepala Dusun Putuk, Desa Nyawangan, Sutikno mengatakan, sebelum sapi ditemukan mati, binatang tersebut sempat mengeluarkan suara keras terlebih dahulu kemudian terjatuh. Ia membantah jika sapi mati karena menderita sakit. “Kalau sapi sakit pasti yang lain di dalam satu kandang tertular. Tetapi ini satu kandang hanya satu ekor yang mati,” ujarnya, Rabu (4/12/2019).

Senada juga disampaikan, Kepala Desa Nyawangan, Sabar. Ia  mengatakan dari ciri-ciri yang ada warga meyakini bahwa sapi mereka sengaja diracun. Sebab, sesaat sebelum mati, sapi tiba-tiba loncat dan melenguh keras. Setelah itu sapi terjatuh. Sesaat kemudian sapi kembali bangun, namun kembali jatuh dan mati.

“Ada yang bilang saat mati itu lidahnya menjulur dan ada juga yang berbusa,” terang Sabar.

Kades Nyawangan sempat khawatir dan menghubungkan kasus kematian sapi tersebut dengan ulah orang tidak bertanggung jawab, yang sengaja memberikan racun guna mendapatkan keuntungan. Sebab, sapi dalam kondisi keracunan harga jualnya akan anjlok. Namun, ketika dagingnya dijual, tetap menggunakan harga normal.

Jika sapi hidup bisa dijual mencapai harga Rp 17 juta per ekor, sapi yang sudah mati tersebut bisa laku seharga Rp 3 juta ke penjual daging. Hingga saat ini terdapat 8 ekor sapi yang dilaporkan mati tidak wajar. “Ada juga yang disembelih kemudian dagingnya dibagikan kepada warga secara gratis,” ujarnya.

Jumlah populasi sapi di desa ini mencapai 6 ribu ekor. Desa Nyawangan sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi. Sementara pihak pemerintah desa sendiri sudah melakukan koordinasi dengan polisi terkait kasus tersebut.

Untuk sementara waktu warga akan memperketat penjagaan guna mengantisipasi terjadinya kematian sapi lagi. “Kami berharap kasus kematian sapi tidak lagi terjadi dan situasi kembali kondusif,” pungkasnya. jtn, dtk