2020, Tarif Listrik 900 Watt Batal Naik

JAKARTA (global-news.co.id) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada penyesuaian tarif listrik untuk kelompok rumah tangga mampu 900 watt di 2020. Begitu juga dengan pencabutan subsidi di kelompok tersebut.

Menteri ESDM Arifin Tasrif

“Belum ada, jaga kestabilan dululah,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (27/12/2019).

Arifin menjelaskan, rencana pencabutan subsidi dan penyesuaian tarif listrik tersebut ditunda karena masih perlu verifikasi data pelanggan lebih rinci. Meskipun, kata dia, PLN pernah mengajukan data kelompok yang bisa terimbas rencana pencabutan subsidi namun dinilai masih belum perlu dilakukan di tahun depan. “Masih banyak yang bisa dihemat,” katanya.

Penghematan tersebut di antaranya dengan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien di tubuh PLN, misal mengurangi penggunaan diesel. Arifin belum bisa memastikan sampai kapan validasi dan evaluasi data pelanggan ini berlangsung.

Ia hanya memastikan sampai tahun depan belum ada rencana kenaikan tarif listrik. “Sampai PLN siap dengan data-datanya. Kan harus lewat banyak ini, nanti salah diomelin lagi,” ujarnya.

Seperti diketahui, September lalu sebenarnya pemerintah dan DPR sudah sepakat soal pencabutan subsidi bagi kelompok rumah tangga 900 watt. Namun belakangan oleh anggota DPR baru, rencana tersebut diminta dibatalkan.

Rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR RI dan PT PLN (Persero) berapa minggu lalu berujung dengan permintaan DPR untuk mempertimbangkan lagi rencana penyesuaian tarif listrik di tahun depan.

Selain rapat dengan Kementerian ESDM, Komisi VII juga menyinggung soal subsidi listrik ini dengan PLN. DPR meminta PLN terlebih dulu menyediakan data yang akurat untuk kelompok pelanggan subsidi dan pelanggan non subsidi. Termasuk untuk pelanggan kelompok 900 VA, yang terbagi atas rumah tangga mampu dan kurang mampu.

Padahal, hitung-hitungan kenaikan tarif listrik 900 VA rumah tangga mampu ini juga sebenarnya sudah matang. Buat PLN, jika tarif ini naik akan berdampak pada 6,7 juta pelanggan dan hasilkan penghematan hingga Rp 7 triliun bagi keuangan perusahaan setrum negara. jef, cnb, ins