17 Ribu Anak Malang Terkena Stunting

Ratusan mengikuti acara gerakan serentak minum tablet tambah darah pada remaja putri untuk cegah stunting.

MALANG (global-news.co.id) – Jumlah anak penderita stunting alias pertumbuhan tidak sempurna akibat kekurangan gizi di Kabupaten Malang, hingga Desember 2019 mencapai 17 ribu anak atau 12,6 persen dari total jumlah anak di Kabupaten Malang. Prosentase tersebut relatif rendah ketimbang Kota Malang.

Jumlah penderita stunting di Kabupaten Malang tergolong rendah, bila dibandingkan data stunting Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 32.81 persen, dan nasional yang penderitanya sekitar 30 persen dari total keseluruhan anak di Indonesia. Sementara prosentase tertinggi penderita stunting dipegang Kota Malang, yaitu sebesar 51 Persen.

“Jika melihat angka ini, maka kita berada jauh di bawah angka rata-rata Jawa Timur. Nasional baru tahun 2025 nanti target di bawah 20 persen,” papar Bupati Malang, HM Sanusi, usai membuka acara bertajuk Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri untuk Cegah Stunting, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Rabu, (4/12/2019).

Sanusi menyebut, jumlah tersebut mengalami penurunan cukup banyak. pada awal ia menjadi plt Bupati menggantikan Rendra Kresna, jumlah penderita stunting mencapai 29 ribu anak. “Sekarang tinggal 17.000 berarti banyak yang sembuh,” lanjut Sanusi.

Walau terbilang rendah, Kabupaten Malang tak ingin bersantai-santai. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dengan nahkoda barunya, drg Arbani Mukti Wibowo didorong terus menurunkan jumlah penderita stunting. “Dinas yang baru jangan enak enak, tugas berat di bidang kesehatan ada di depan saudara,” tegas Sanusi.

Gebrakan Dinkes terdekat ini dengan rutin memberikan tablet tambah darah (TTD) kepada remaja. “2020 target kita turun separuh lagi, turun 50 persen, karena yang kemarin sudah turun separuh. Minimal targetnya 50 persen untuk Dinas Kesehatan yang baru, dari 17 ribu saya ingin sudah jadi 6000,” tutur politikus PKB ini.

Sanusi ingin segala cara dilakukan Dinkes Kabupaten Malang untuk menurunkan prevelensi stunting di wilayahnya. Kabupaten Malang juga membentuk satgas penurunan stunting yang diketuai oleh semua SKPD di masing-masing kecamatan. “Anggarannya tetap berjalan karena anggaran dibantu pusat melekat di Dinkes untuk penyembuhan stunting. Timnya relawan semua mulai Bupati sampai Kepala Dinas, Sekda juga,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mengaku, banyak langkah yang sudah dilakukan pihaknya untuk menekan jumlah stunting. Salah satunya dengan mengadakan Workshop Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah.

Pada kegiatan tersebut, turut serta dihadiri oleh 235 tamu undangan. Mulai dari perwakilan Polres Malang, Ketua Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Malang, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Kepala Puskesmas Lokus Stunting, hingga ratusan pelajar di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas), juga turut dilibatkan dalam agenda yang bertujuan untuk menekan jumlah stunting di Kabupaten Malang tersebut. rdm