1.500 Santri Segera Terima Beasiswa Pada Tahun 2020

Santri sedang belajar di pesantren.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pemkab Pamekasan pada tahun anggaran 2020 mendatang dipastikan akan melaksanakan program pemberian beasiswa santri. Program ini merupakan bagian dari prioritas bidang pendidikan dan keagamaan yang menjadi janji politik Bupati Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e pada kampanye Pilkada lalu.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pamekasan Drs Akhmad Zaini menuturkan program beasiswa santri ini dilatar belakangi oleh kondisi riil banyak santri yang memiliki potensi untuk pengembangan namun kekurangan finansial. Yang kedua banyak anak anak yang berminat dan kemauan besar untuk ke pondok pesantren namun juga terkendala oleh pembiayaan.

“Nama programnya adalah beasiswa santri, artinya program ini bagi santri. Faktanya banyak anak yang memiliki minat untuk mondok namun terkendala biaya. Lalu juga banyak santri yang berprestasi, misalnya tahfidz Quran maupun prestasi bidang lain yang butuh bantuan dan juga bagi santri yang saat nyantri kekurangan pembiayaan,” katanya, Jumat (6/12/2019).

Jumlah santri yang akan direkrut untuk program ini, kata Zaini, sebanyak 1.500 orang se kabupaten Pamekasan. Untuk sementara pada program tahun pertama ini para santri yang akan menerima program ini adalah mereka yang telah lulus SD atau MI. Beasiswa yang diterima adalah untuk kepentingan biaya pendidikannya di tingkat SLTP baik SMP maupun MTs.

“Jadi beasiswa itu nanti akan membantu membiaya kebutuhan hidup mereka para santri di pondok pesantren, namun juga biaya pendidikannya. Jadi santri tinggal belajar dengan baik dan tekun untuk meraih sukses. Semoga saja nanti akan berjalan baik dan lancar tidak ada kendala apapun,” harapnya.

Zaini mengungkapkan secata teknis untuk rekrutmen para calon penerima program beasiswa ini telah dipersiapkan teknisnya oleh pemerintah daerah. Yang pasti, kata dia, program beasiswa ini memiliki tujuan atau target yang akan terus dikawal oleh Pemkab. Artinya para santri penerima program ini nanti akan dipantau perkembangannya untuk diketahui efektifitas bantuan tersebut.

“Para penerima beasiswa itu tidak akan dibiarkan begitu saja setelah mendapat pembiayaan, namun mereka akan dipantau secara kontinyu oleh Pemkab, apakah mereka benar benar menjadi rajin belajar atau tidak. Yang paling penting Pemkab ingin program beasiswa ini efektif dengan baik, karena itu pemkab akan pantau secara rutin,” tandasnya.

Lantas berapa besaran dana atau biaya yang disediakan Pemkab untuk program mulia ini ? Zaini belum bisa memastikan, karena masih menunggu pengesahan formal APBD Pamekasan Tahun 2020. Namun dari seorang sumber, DutaJatim.com mendapat bocoran besaran dana yang disediakan untuk program beasiswa santri itu mencapai Rp 7 miliar. (mas)