1.500 Anak Disabilitas Kota Malang Pecahkan Rekor MURI

Penyandang disabilitas hendak melukis cap tangan di Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang, Rabu (25/12/2019).

Bahagia itu sederhana dan mungkin tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Begitulah pemandangan yang terlihat dalam kegiatan yang diikuti ribuan anak disabilitas di Kota Malang. Seperti apa?

 

Siapa bilang anak disabilitas sulit memecahkan rekor MURI. Di Kota Malang, 1.500 anak disabilitas berhasil memecahkan rekor MURI dengan melukis cap tangan menggunakan tangan dan kaki. Kegiatan ini dihelat Komunitas Hati Kasih yang disponsori langsung PT Indana di Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang, Rabu (25/12/2019).

Di momen yang bahagia itu, satu per satu penyandang disabilitas, bergantian untuk melukiskan anggota tubuhnya ke media kain yang telah disediakan. Mereka dibantu oleh keluarga ataupun pengasuh dalam melukiskan cap tangan tersebut. “Kami buat acara ini agar anak-anak disabilitas ini merasa senang dan bahagia,” ucap Robert Rahardjo, penanggung jawab acara dari Komunitas Hati Kasih.

Kebutuhan akan hiburan dirasa Robert merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas. Untuk itu, dia bersama PT Indana selaku sponsor, menyediakan cat dengan berbagai macam warna dari merk Decofresh dan Mixone.

“Kebutuhan pokok mereka terpenuhi di sini. Tetapi, kebutuhan akan hiburan belum. Intinya, kami ingin mereka dapat berkreasi dengan membuat karya seni,” ucapnya.

Terkait dengan rekor MURI ini, Robert mengaku, selama ini belum ada rekor melukis dengan cap tangan dan kaki oleh anak berkebutuhan khusus. Untuk itu, momen ini merupakan bukti bukti, bahwa anak-anak disabilitas ini mampu dalam berkarya.

“Ini baru pertama kali ada MURI. Supaya anak-anak disabilitas ini lebih diketahui oleh masyarakat. Nah ini tugas kami untuk berbagi sesama. Sama halnya kita bekerja tapi jika tidak ada hiburan, maka akan hambar,” terangnya.

Sementara itu, Vice Presiden dari PT Indana, Steven A Sugiharto menganggap baik acara yang digelar oleh Komunitas Hati Kasih dan Bhakti Luhur ini.

Menurutnya, acara ini unik, sehingga pihaknya membantu dengan memberikan sponsor berupa cat sebanyak 100 Kg dan juga fresh money. “Ini salah satu kegiatan CSR kita. Dan ini merupakan bentuk rasa kepedulian dari kami selaku produk cat lokal Indonesia. Karena kegiatan ini berhubungan dengan cat juga,” ucapnya.

Dia berharap kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kepedulian kepada anak-anak disabilitas. “Ini baru pertama kali kami ke Yayasan Bhakti Luhur. Semoga masyarakat bisa support, bahwa masih ada anak disabilitas di sekitar kita,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua Yayasan Bhakti Luhur Malang, Suster Marcellina Restu Kristanti menyampaikan, kegiatan ini dapat membahagiakan anak-anak. Apalagi kegiatan ini bertepatan pula dengan Hari Natal yang juga bertepatan kumpulnya anak-anak di asrama.

“Saya bahagia sekali karena dapat membahagiakan anak-anak. Jadi semuanya bisa berkumpul dalam acara yang sebesar ini,” tandasnya.

Selain membuat pemecahan Rekor MURI, serangkaian kegiatan dan hiburan juga dihadirkan oleh PT Indana bersama dengan Komunitas Hati Kasih, Yayasan Bhakti Luhur mendatangkan artis kenamaan Ibu Kota, seperti Rendy Martin Pitono, yang sempat mempersembahkan sejumlah lagu dan juga agenda makan bersama. trb