Raja’e : Siapkan Anak Didik dengan Budaya Literasi

Raja’e

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pendidikan setempat terus melakukan kegiatan dalam rangka menumbuhkambangkan gerakan literasi. Salah satunya Kamis (21/11/19) hari ini menggelar kegiatan literasi sekolah yang dikemas dalam bentuk Lomba Menulis bagi siswa SD se Kabupaten Pamekasan.

Lomba ini dilaksanakan di ruang pertemuan Gedung Bakorwil Pamekasan diikuti oleh 500 orang peserta siswa siswi SD negeri dan swasta se Kabupaten Pamekasan. Lomba yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Drs Pramajaya MPd mengungkapkan lomba menulis bagi anak SD ini merupakan bagian dari gerakan literasi yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. Tujuannya adalah pertama untuk menumbuhkembangkan minat baca bagi siswa yang menjadi bagian dari budaya leterasi.

Kedua, kata Pramajaya, meningkatkan semangat kreasi dan prestasi bagi siswa SD sehingga diharapkan akan bisa menjadi generasi penerus yang berkualitas dalam menapaki masa depan. Ketiga, lomba ini juga bertujuan menumbuhkembangkan budaya literasi bagi para siswa di sekolah.

Terkait upaya menumbuhkembangkan budaya literasi, lanjut Pramajaya, pihaknya melakukan tiga kegiatan yang saling menunjang. Yang pertama berupa Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Memformat Budaya Literasi Menuju Pamekasan Kabupaten Literasi 2022, dilaksanakan Senin lalu di Hotel Odaita Pamekasan.

Kedua adalah kegiatan ini, yakni gerakan literasi sekolah dengan melakukan lomba menulis bagi kalangan anak anak siswa SD. Ketiga, nanti pihaknya akan melakukan bimbingan teknis kemampuan tulis menulis bagai guru guru SD se Kabupaten Pamekasan.

“Pada lomba penulisan bagi siswa SD ini, Panitia akan memilih enam orang pemenang, yakni juara 1, 2 dan 3. Lalu juara harapan 1, 2 dan harapan 3. Para pemenang akan mendapatkan trofi dan uang pembinaan dari Dinas Pendidikan yang ditambah hadiah partisipasi dari Bank Jatim Pamekasan,” ujar Pramajaya.

Wakil Bupati Raja’e dalam sambutannya mengungkapkan bahwa persoalan mendasar dalam pendidikan saat ini adalah bagaimana mempersiapkan anak didik dalam memasuki dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin canggih. Hal ini agar anak didik tidak kehilangan jati dirinya sebagai umat yang beriman dan bertaqwa.

Salah satu yang harus dilakukannya, kata Raja’e, adalah dengan menyiapkan anak didik memilki budaya literasi yang tangguh di antaranya adalah kemampuan tulis menulis. Keterampilan tulis menulis atau menuangkan gagasan merupakan bagian dari buah dari kemampuan berliterasi yang baik.

“Jika budaya membaca dan menulis tumbuh berkembang dengan baik bagi anak kita, maka mereka nanti akan bisa diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan terampil untuk menuangkan ide ide berkualitas dan ini bagian dari budaya literasi yang baik,” tandasnya. (mas)