Raja’e Janji Tindaklanjuti Kritik dan Saran Ulama

Suasana dialog ulama- umara di Pemkab Pamekasan.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Wakil Bupati Pamekasan Rajaa’e berterima kasih atas perhatian para alim ulama terhadap jalannya pelaksanaan pembangunan di Pamekasan. Raja’e mengungkapkan hal itu dalam acara dialog ulama-umara yang digelar di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (15/11/19) lalu. 

Dialog ulama-umara ini merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh Pemkab Pamekasan guna melakukan sharing pemerintah dari para alim ulama terhadap pelaksanaan pembangunan daerah. Selain Bupati dan Wakil Bupati dan jajaran OPD di lingkungan Pemkab, anggota Forkopimda juga hadir dalam kegiatan itu.

Sementara peserta dialog dari kalangan pejabat antara lain anggota Forkopimka, Kementerian Agama dan Kantor Urusan Agama (KUA). Juga dihadiri MUI Pamekasan, pengurus NU dan Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya, para pengasuh pondok pesantren dan para alim ulama lainnya.

Raja’e mengemukakan saran dan kritik dari para alim ulama sangat dibutuhkan bagi Pemkab agar bisa melaksanakan tugas kepemimpinan di daerah dengan baik. Dikatakan saran dan kritik itu pasti  tidak akan terjadi begitu saja, melainkan telah berdasarkan pada pemantauan dan temuan yang objektif dari para alim ulama atas persoalan yang terjadi.

“Dengan memberi saran dan kritik atau apa pun namanya, itu menunjukkan bahwa para alim ulama benar- benar  memperhatikan kami. Kami haturkan terima kasih. Mohon dukungan dan saran terus tetap kami butuhkan agar kami bisa bekerja dengan baik,” katanya.

KH Drs Abd. Sattar, ulama asal Kecamatan Palengaan, peserta dialog ulama- umara, mengungkapkan, setidaknya ada empat poin penting harapan dan saran yang disampaikan para ulama dalam acara dialog tersebut. Antara lain masalah infrastrukur,  lalu masalah persiapan jadi tuan rumah MTQ tahun 2021, masalah program Pamekasan Bersolawat, hingga pada program beasiswa santri.
“Saya sendiri tidak menyampaikan banyak komentar, namun para kiai lain, banyak yang menyampaikan saran dan harapannya dan dukungan pada Pemkab. Antara lain soal program Pamekasan bersolawat. Program ini bagus untuk dikerjakan, untuk mengawal masyarakat agar selalu dalam hati yang lurus di bawah pertolongan Allah dan safaat Rasulullah SAW,”  ungkapnya.

Lalu program lainnya, kata KH Abd. Sattar yang juga disinggung para ulama adalah perogram beasiswa santri. Para ulama, kata KH Abd. Sattar, mendukung beasiswa santri dan agar segera direalisasikan dengan baik. Program itu penting karena banyak santri yang memiliki kemampuan bagus namun butuh bantuan bidang materialnya.

Program yang juga sangat didukung para ulama adalah setelah ditetapkannya Pamekasan sebagai tuan rumah MTQ tahun 2021 mendatang. Para ulam meminta agar Pemkab Pamekasan benar-benar siap untuk mensukseskan kegiatan itu. (mas)