Kolaborasi Singapura-Indonesia Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini di Jawa Barat

Kolaborasi terbaru Singapura-Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Jawa Barat. Diharapkan kerjasama ini dapat memberi manfaat kepada lebih dari 9.000 masyarakat Indonesia pada 2021 mendatang.

BANDUNG (global-news.coi.id)- Singapore International Foundation (SIF), bekerjasama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) cabang Jawa Barat dan Singapore University of Social Sciences (SUSS), meluncurkan program pembentukan kapasitas diri yang terselenggara selama dua tahun di Bandung, Senin (4/11/2019). Proyek Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education Project, ECE) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendidik anak usia dini di Provinsi Jawa Barat.

Selama dua tahun ke depan, tim Singapore International Volunteers (SIVs) yang terdiri dari anggota fakultas program ECE di SUSS akan bekerjasama dengan spesialis ECE Indonesia, yang merupakan anggota terdaftar IGTKI. SIV akan melatih anggota mereka di Indonesia dengan cara berbagi pengetahuan, keterampilan, dan praktik terbaik di bidang ini.

Dengan cara Training on Trainers (ToT), 50 pelatih utama akan dilengkapi dengan keterampilan pedagogi dan penilaian kualitas, agar memungkinkan mereka untuk berbagi pengetahuan dengan 250 rekan mereka di sektor ini. Proyek ECE diharapkan dapat memberikan dampak positif pada lebih dari 9.000 anggota masyarakat Indonesia selama dua tahun kedepan, termasuk para siswa, guru, orangtua dan wali.

Proyek ini memiliki dua tujuan, yaitu untuk membekali para praktisi ECE di Jawa Barat dengan keterampilan yang telah diperkuat dalam layanan ECE, serta meningkatkan kapasitas pelatihan praktisi ECE untuk memastikan keberlanjutan proyek secara jangka panjang.

Keberhasilan proyek ini dapat dilihat melalui tiga komponen – pelatihan untuk memfasilitasi pengembangan diri para praktisi profesional ECE; ToT untuk mewujudkan pelatihan yang tersalurkan, serta keberlanjutan proyek pengembangan dan implementasi sumber daya untuk praktisi ECE di luar program dapat dimanfaatkan demi memastikan keberlanjutan proyek. Komponen-komponen ini juga akan memfasilitasi hubungan lintas negara dan berbagi pengetahuan secara praktik di sektor ECE.

Setelah proyek ini berakhir, para peserta diharapkan sudah memahami dan melaksanakan strategi pedagogis mendasar, lalu meningkatkan layanan ECE mereka. Kerangka kerja penilaian kualitas akan diterapkan untuk menilai kompetensi peserta pelatihan dalam menerapkan pembelajaran mereka.

Division Director Programmes SIF Mr Jaryll Chan mengatakan SIF percaya bahwa ketika orang-orang dari budaya berbeda dapat berkolaborasi, akan terjadi perubahan positif yang tidak terbatas. Upaya bersama antara Singapura dan Indonesia ini sangat penting, karena kedua negara telah mengisyaratkan pentingnya pendidikan anak usia dini agar dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat. “Kami berharap hal ini dapat memperkuat persahabatan antara kedua negara melalui proyek yang sangat bermakna ini,” katanya seperti dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (4/11/2019).

Sementara Ketua IGTKI Renni Kusnaeni menjelaskan anak-anak adalah masa depan dunia. Pendidikan mereka penting untuk memastikan bahwa mereka sudah dibekali dengan keterampilan yang mereka butuhkan saat mereka akan memegang kendali dunia ini.

IGTKI lanjut dia senang bekerjasama dengan semua mitra terkait program Early Childhood Education, termasuk dengan mitra Singapura. “Kami bangga dengan SIF dan SUSS yang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di negara kami. Kolaborasi ini akan memungkinkan kami untuk menciptakan dunia yang lebih baik untuk anak-anak kami,” kata Renni Kusnaeni.

Proyek SIF di Indonesia dimulai pada1992 terutama di bidang kesehatan dan proyek peningkatan kapasitas pendidikan, dan dalam beberapa tahun terakhir termasuk proyek di bidang kewirausahaan sosial, seni dan budaya. Secara global, Proyek Pendidikan Anak Usia Dini berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa. ttw