FGD Menuju Pamekasan Kabupaten Literasi 2022

Pramajaya buka FGD Format Pamekasan kabupaten literasi.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pendidikan setempat, Selasa (19/11/19), menggelar Focus Group Discussion (FGD) Memformat Budaya Literasi Menuju Pamekasan Kabupaten Leterasi 2022. Acara ini digelar di Ruang Pertemuan Hotel Odaita, Jalan Raya Sumenep, dibuka oleh Plt Kadisdik Pamekasan Drs Pramajaya MPd.

Dua orang pembicara dihadirkan yakni Dr Kadarisman Sastrodiwirjo mantan Wakil Bupati Pamekasan dan Drs Moh Yusuf Suhartono mantan Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan. Pesertanya meliputi aktifis dan pegiat literasi, pengelola perpustakaan, perguruan tinggi, kepala sekolah, utusan Bappeda dan Dinas Perpustakaan, Kemenag, PGRI dan pondok pesantren.

Pramajaya mengungkapkan FGD ini sebagai inisiasi untuk gerakkan literasi yang serius dengan mengundang elemen potensial yang terserak, guna mencari pola gerakan yang serius. Siapa yang bertangungjawab dan apa yang akan diperbuat.

“Hanya siapa leading sektornya menuju ke sana ? Karena kami punya tupoksi literasi di sekolah. Dalam FGD ini peserta semua bicara nanti akan ditemukan pola gerakan literasi yang jelas targetnya. Tujuan akhirnya Pamekasan sebagai kabupaten literasi. Apapun saran dan masukan yang berkembang akan bisa ditindaklanjuti dengan langah kongkrit,” katanya.

FGD ini, kata Pramajaya, merupakan satu dari sekian kegiatan yang digelar dalam rangka menuju Pamekasan kabupaten literasi yang dicanangkan pada tahun 2022 mendatang. Dia berharap dengan FGD itu nanti ada rekomendasi atau kesepakatan untuk merumuskan teknis atau langkah berikutnya.

Dari pantauan Global News menunjukkan para peserta FGD rupanya telah lama menggeluti dunia literasi. Mereka mengaku telah melangkah melakukan aktifitas literasi di lembaga masing masing. Bahkan mereka mengaku telah siap utuk menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten literasi.

Mereka juga menyampaikan berbagai masukan, diantaranya ada yang mengusulkan di Pamekasan harus ada penerbit handal. Ini untuk memudahkan penerbitan buka hasil karya pegiat literasi Pamekasan.

Selama ini diakui banyak penulis buku Pamekasan harus menerbitkan bukunya dikota lain.

Ada juga yang meminta agar janji Bupati Pamekasan Badrut Tamam untuk memberi honor bagi pemuda dan mahasiswa yang menulis di media tentang dinamika pembangunan di Pamekasan, segera direalisasikan. Karena hal itu dinilai sangat memotivasi para pemuda untuk bangkit gerakan literasinya.

Tentang perpustakaan desa, sekalipun sudah banyak desa yang memiliki perpustakaan desa, namun masih membutuhkan dukungan untuk gerakannya secara massif. Ada juga yang mengusulkan agar Pamekasan perlu beri ruang yang lebar untuk munculnya toko-toko buku besar.

FGD menyepakati perlunya gerakan massif bagi para penggerak literasi dan dibentuknya tim atau badan pekerja untuk menindaklanjuti perumusan konsep yang jelas tentang format Pamekasan kabupaten literasi. (mas)