Empat Provinsi Masih Dilanda Bencana Kekeringan

Ratusan desa yang tersebar di empat provinsi hingga saat ini masih dilanda bencana kekeringan.

JAKARTA (global-news.co.id) – Ratusan desa yang tersebar di empat provinsi masih dilanda bencana kekeringan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) salah satu faktor penyebabnya adalah belum turun hujan, seperti yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Alor.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan Dana Siap Pakai (DSP). Pemerintah Kabupaten TTU pun mengirimkan surat permohonan bantuan DSP sebesar Rp 629.200.00 kepada BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan.

“Biasanya pada November sudah turun hujan, sejak Mei sampa dengan November baru turun hujan 1 kali sehingga kondisi sangat kering,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (22/11/2019).

Agus mengatakan, selama ini BPBD melakulan dropping air bersih kepada penduduk. Pemda TTU sudah menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta untuk keperluan dropping air bersih dengan alokasi 10 tangki per desa di 20 desa yang mengalami kekeringan. Berdasarkan keterangan BPBD TTU terdapat 99 desa di 21 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan.

“TRC BNPB juga melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan DSB dari Kabupaten Alor sebesar Rp 925.000.000 untuk mengatasi kekeringan. Terdapat 60 desa di 15 kecamatan di Alor yang mengalami bencana kekeringan. Selama ini BPBD Kabupaten Alor juga melakukan dropping air bersih ke penduduk dengan menggunakan dana APBD yang ada,” katanya.

Agus menambahkan, solusi jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan melakukan distribusi air dan menggunakan dana dari APBD masing-masing. Jika masih kurang makan BNPB akan memberikan DSP sesuai kebutuhan dari daerah.

“Sedang untuk solusi jangka panjang BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan penanaman pohon di daerah kritis dan daerah tangkapan air hujan dengan tanaman mempunyai potensi menyimpan air dalam tanah seperti beringin, trembesi, sukun, dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, BNPB bersama dengan komunitas masyarakat berusaha untuk melakukan aksi penyelamatan mata air seperti membersihkan sungai. bej, okz

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB per hari ini, berikut adalah wilayah yang masih mengalami kekeringan sampai dengan November 2019:

– 99 desa di 21 kecamatan di TTU, NTT

– 60 desa di 15 kecamatan di Alor, NTT

– 27 desa 8 kecamatan di Flores Timur, NTT

– 24 desa 6 kecamatan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

– 2 desa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah

– 12 kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

– 25 desa di 8 Kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

– 7 desa di 3 kecamatan, Kabupaten Karangasem, Bali