Dulu Tak Tahu Berpolitik, Sekarang Ingin Sejahterakan Masyarakat Jatim

 

Aufa Zhafiri (tengah), putera dari mantan pimpinan DPRD Jatim Tjutjuk Sunario yang hobi ngeband ini sukses mencoba keberuntungan di jalur politik.

Siapa sangka jika arek asli Surabaya ini bisa duduk di parlemen tepatnya di DPRD Jatim periode 2019-2023 . Pasalnya sejak awal, dia tak pernah berpikir akan menjadi anggota dewan.  Apalagi berpolitik. Yang ada hanyalah waktu itu ingin membesarkan bandnya dan membuka lapangan kerja sendiri sesuai talentanya yaitu di bidang keuangan.

“Ya memang sejak SMP saya tidak pernah bercita-cita jadi anggota dewan. Urusan politik saja, saya cuek apalagi untuk duduk di parlemen. Kebetulan sejak SMP band yang saya dirikan sering menang dan tampil sebagai band pembuka saat ada konser besar di Surabaya,”jelas Aufa Zhafiri kepada Global News kemarin.

Dijelaskannya jika keinginan terjun berpolitik bermula saat dirinya dipercaya duduk sebagai Ketua Taruna Indonesia Raya  (Tidar) Surabaya yang merupakan organisasi sayap  milik Gerindra pada 2008. Organisasi ini bertujuan merangkul anak muda atau generasi milenial untuk peduli dengan kondisi negara melalui organisasi kepemudaan atau partai politik.

“Dari situlah saya dipercaya menghimpun para anak muda melalui musik. Memang saat itu tidak mudah seperti membalik tangan. Tapi dengan niat tulus dan gigih akhirnya banyak dari mereka bergabung di Tidar. Bagi saya tetap bermusik karena itu roh saya sejak kecil. Dan dari musik itulah karir di parlemen terjadi,”lanjut pria 32 tahun yang kini dipercaya duduk sebagai anggota DPRD Jatim periode 2019-2023 ini.

Tepatnya pada 2014 silam, putera dari mantan pimpinan DPRD Jatim Tjutjuk Sunario ini mencoba keberuntungan di jalur politik. Dengan modal yang telah dikumpulnya saat menjadi CEO di bidang konsultan keuangan, ayah dari dua putera inipun akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Jatim, tepatnya di Komisi C.

“Dan Alhamdulillah saya waktu itu bisa duduk sebagai anggota legislatif. Walaupun dulunya saya tidak tahu berpolitik, tapi karena Allah sudah mentakdirkan saya duduk di dewan, maka komitmen saya satu mampu menyejahterakan rakyat Jatim,”ungkapnya.

Namun karena darah seni sudah mengalir dari nenek dan buyutnya, Aufa tetap untuk bermusik sampai tua. Karena dengan bermusik dapat menghilangkan stres dan penat  saat pulang kantor. Dan terkadang dirinya juga ikut manggung atau sekadar melepas kangen dengan komunitasnya. ani