Bojonegoro Rawan Longsor, Lamongan Hujan Angin

Salah satu pohon ukuran besar rohob diterjang hujan angin di Jalan Kombespol M Duryat menimpa mobil nopol S 1240 JW.

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Masyarakat Kabupaten Bojonegoro tampaknya harus ekstra hati saat memasuki musim hujan. Pasalnya, sejumlah daerah di wilayah Bojonegoro rawat terjadi bencana. Salah satunya daerah perbukitan yang tanahnya merekah akibat musim kemarau.

Rekahan tanah tersebut rawan menyebabkan terjadinya longsor karena terisi air saat hujan. “Akibat rekahan tanah itu cakupan sabuk tanah antar lainnya lepas, sehingga rawan longsor. Apalagi jika di sekitar tanah rekahan itu tidak ada pohon,” ujar Ketua Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Bojonegoro, M Nurcholis, Rabu (6/11/2019).

Selain tanah longsor, saat memasuki peralihan musim seperti saat ini, bangunan tegakan, seperti tiang baliho, tiang listrik, maupun tugu, juga perlu diwaspadai. Hal itu karena dalam siklus pergantian musim, selain angin kencang saat hujan juga pegangan tanah terganggu.

“Daerah selatan Bojonegoro rawan longsor, karena jenis tanahnya batuan (litologi) dominasi napal, lanau, lempung, tuff, batu pasir tuffaan, dan gamping berlapis,” ujarnya.

Sementara hasil mitigasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, rawan longsor akibat kondisi geologi, topografi, litologi (batuan) ada 86 desa di 18 kecamatan. Yakni  Kecamatan Baureno, Bubulan, Dander, Gondang, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Sekar, Sugihwaras, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.

Sedangkan, kawasan rawan longsor di wilayah sungai ada 113 desa di 20 kecamatan. Yakni, Kecamatan Ngraho, Padangan, Kasiman, Purwosari, Malo, Kalitidu, Dander, Trucuk, Bojonegoro, Kapas, Balen, Kanor, Baureno, Sumberrejo, Ngasem, Gayam, Sugihwaras, Kedungadem, Sukosewu, dan Kepohbaru.

Waspada akan bencana juga patut menjadi perhatian masyarakat di Lamongan. Pasalnya, di awal memasuki musim hujan, sejumlah daerah di Lamongan dilanda hujan deras disertai angin kenjang, pada Selasa (5/11/2019) sore.

Bahkan, sejumlah pohon ukuran besar pun roboh dan menimpa mobil serta warung milik warga. Di Jalan Kombespol M Duryat kota Lamongan, terlihat dua pohon tumbang dan menimpa mobil nopol S 1240 JW milik dari Imam, warga Desa Sukodadi Kecamatan Sukodadi yang sedang parkir, tepat menimpa atas depan bagian kanan. Sedangkan warung milik Fatkhur Rozi juga tertimpa pohon mahoni yang tumang akibat hujan lebat disertai angin kencang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan BPBD Lamongan, Jannata SMP mengatakan, dua pohon yang tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang tersebut adalah pohon yang ada di jalan Kombespol M Duryat Lamongan. “Kejadiannya sewaktu hujan disertai angin kencang dengan durasi waktu sekitar setengah jam tadi,” katanya.

Akibat kejadian ini tidak sempat ada korban jiwa maupun luka. Hanya mobil yang sedang parkir dan warung yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, pohon-pohon yang tumbang kemungkinan sudah rapuh, termasuk akar yang menghujam ke kedalaman juga sudah tidak kuat lagi. “Ya karena usia pohon yang sudah tua, hampir 10 tahun,” katanya.

Makanya, ketika diterpa angin langsung tumbang. Selain itu, saat kemarau akar-akar pohon ini juga rapuh sehingga mudah roboh. Pihaknya juga sudah mengimbau melalui beberapa OPD untuk melaksanakan perampingan pohon, sehingga pada saat musim hujan ssperti ini tidak sampai terjadi pohon tumbang.

Sementara, salah seorang saksi mata, korban pemilik mobil, Imam mengaku kejadiannya berlangsung begitu cepat angin dengan tiba-tiba datang.

Imam yang ketika kejadian sedang menunggu anaknya mengikuti bimbingan belajar ini mengatakan, ketika hujan itu ia baru keluar dari mobil untuk berteduh. “Alhamdulillah saya selamat karena baru saja keluar mobil dan berteduh,” ungkapnya.  trb, ins