75% Penyandang Diabetes Tidak Menyadari Dirinya Sakit

SURABAYA (global-news.co.id) – Diabetes penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan serius dan mampu menggerus harapan hidup. Dari waktu ke waktu jumlah penderita penyakit ini terus meningkat.

Data Riset Kesehatan Dasar Dasar (Riskesdas) di Indonesia menunjukkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018. Diestimasikan jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Yang memprihatinkan, mendasarkan  data Riskesdas Litbangkes tahun 2018 dan Konsensus PERKENI 2015, sebanyak 75% dari total penyandang diabetes tersebut belum menyadari dirinya sakit. Sedang 25% sudah menyadari dirinya menyandang diabetes. “Sayangnya dari jumlah itu hanya 17% yang menjalani terapi diabetes dan 8% tidak. Inilah yang bisa menyebabkan banyaknya penyandang diabetes yang tekena komplikasi,” ujar konsultan Metabolik Endokrin Dr dr Fatimah Eliana SpPD KEMD, FINASIM dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia 14 November.

Dalam media briefing  bertajuk “Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia” di Jakarta, Eliana mengingatkan masyarakat harus terus disadarkan akan horornya diabetes.  “Diabetes adalah silent killer dan ibu dari segala penyakit atau induk dari berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, hipertensi, jantung koroner dan disfungsi ereksi. Disebut silent killer karena banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya menyandang diabetes,” ungkapnya.

Beberapa gejala yang sering muncul namun terkadang tidak disadari orang yang tidak mengetahui kalau dirinya terkena diabetes. Di antaranya rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, sering merasa ngantuk, sering merasa lapar dan lemas.

Diagnosis dan tindakan cepat menjadi titik awal untuk hidup sehat dengan diabetes. Semakin lama terdiagnosis dan ditangani atau diobati, akibatnya akan lebih buruk bagi penyandang diabetes.

Eliana menyebut, sebenarnya ada banyak cara mengontrol diabetes, sehingga penyandang diabetes dapat hidup lebih baik dan berkualitas. Teknologi dasar seperti pemeriksaan gula darah umumnya telah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan di negeri ini. Jika sudah terdeteksi, maka langsung diskusikan pola perawatan yang tepat dengan dokter, sehingga semakin kecil kerusakan akibat risiko diabetes.

“Mengontrol diabetes adalah komitmen harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Karena dengan melakukan pengontrolan dan penanganan diabetes yang tepat dapat menghindari komplikasi akibat diabetes,” lanjutnya.

Group Business Unit Head of Special Needs Nutrition Kalbe Nutritionals, Kiki Maria Sembiring, mengatakan, pada tahun ini Diabetasol melakukan kampanye “Lawan Diabetes Bersama Dia”. “’Bersama Dia’ di sini mengandung makna mengajak semua pihak terkait diabetes untuk melakukan kontribusi bersama melawan diabetes, mulai dari keluarga, teman, tenaga medis, dan kami sebagai total solusi nutrisi diabetes yang selalu menemani penyandang diabetes mengatur pola makan sehat. Hal ini sejalan dengan tema World Diabetes Day 2019 secara global yaitu Keluarga dan Diabetes,” papar Kiki.ret