Tingkatkan Layanan, RS Adi Husada Undaan Tambah Klinik Bedah

SURABAYA (global-news.co.id)  – Untuk memberikan layanan yang maksimal pada pasiennya, Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan kini dilengkapi klinik bedah digestif dan klinik bedah onkologi.  Dengan adanya fasilitas tersebut, permasalahan yang terkait dengan organ pencernaan atau tumor organ bisa langsung ditangani oleh para dokter yang berkompeten.

Direktur Utama RS Adi Husada Undaan dr Irawati Marga MARS (kanan) dan Direktur Medis dr Samuel Abednego.

Direktur Utama RS Adi Husada Undaan Wetan, dr Irawati Marga MARS, layanan tersebut merupakan kesinambungan dari program-program yang sudah ada dan menjadi unggulan seperti  layanan stroke terpadu dan Adi Husada Cancer Center (AHCC).  Klinik bedah digestif akan menangani  penyakit yang terkait saluran pencernaan seperti  batu empedu, usus. Sedang bedah onkologi  khusus menangani  hal yang berkaitan dengan tumor. Sebelumnya keduanya  masuk dalam layanan bedah umum.

“Kanker misalnya, penanganannya kan tidak bisa hanya dilakukan dengan pengobatan kemo (kemoterapi, red) dan radioterapi saja, perlu ada tindakan lain untuk  menghilangkan tumor . Dengan adanya klinik bedah onkologi akan mendukung  AHCC,” terangnya di sela peresmian Klinik Bedah Digestif, Klinik Bedah Onkologi, dan Anjungan Daftar Mandiri, Rabu (9/10).

Lebih lanjut dikatakan, penanganan kanker  bersifat holistik dan longterm.  “Kanker tidak cukup hanya diobati saja, tapi juga perlu ‘diopeni’  sebelum, saat, dan sesudah  dilakukan tindakan. Dan semakin dini ditemukan, peluang untuk sembuh tinggi dan angka harapan hidupnya juga makin tinggi,” ujarnya.

Kanker merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Angka kejadian penyakit kanker di negara ini, menurut data Kementerian Kesehatan mencapai 136,2 per 100 ribu penduduk pada 2018 dengan prevalensi naik dari 1,4 per 1.000 penduduk pada 2013 menjadi 1,79 per 1.000 penduduk. Jumlah penderita kanker di Indonesia berada pada urutan ke-8 di kawasan Asia Tenggara dan  ke-23 se-Asia untuk jumlah penderita kanker. Untuk pria tertinggi adalah kasus kanker paru dengan angka kejadian 19,4 per  100 ribu penduduk, pada wanita yang tertinggi adalah kanker payudara dengan angka kejadian 42.1 per 100 ribu penduduk, peringkat kedua adalah kanker serviks dengan angka kejadian 23,4 per 100 ribu penduduk.

Terkait bedah digestif, lanjut Ira,  pihaknya sudah kerap melakukan operasi dengan prosedur minimal invasif menggunakan teknik laparoskopi atau lubang kecil).  Selain tidak berdarah-darah.

Seiring penambahan dua klinik tersebut, kini terdapat 31 klinik rawat jalan yang ditunjang peralatan seperti CT-scan, mammogram, MRI, catch lab, ESWL, dan endoskopi.

Anjungan Daftar Mandiri

Rumah sakit yang didirikan Soe Swie Tiong Hwa Ie Wen pada 1927 ini, kini dilengkapi Anjungan Daftar Mandiri. Fasilitas ini dimaksudkan untuk memudahkan dan memercepat proses pendaftaran klinik bagi pasien yang sudah pernah berobat di rumah sakit tersebut dan memiliki nomor rekam medis. “Hanya dengan mengetik nomor rekam medis atau memindai kartu berobatnya, pasien bisa langsung mendapatkan nomor antrean konsultasi ke klinik,” kata Ira. ret