Tiga Menteri Luncurkan 3 Aplikasi Penanganan Stunting

JAKARTA (global-news.co.id) – Tiga kementerian meluncurkan tiga aplikasi untuk mempercepat penanganan dan pencegahan stunting. Aplikasi yang terdiri dari e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), e-HDW (Human Development Worker), dan Anak Sehat, merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dikoordinasikan di bawah Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menyaksikan kesepakatan penanganan stunting lintas kementerian di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (14/10).

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebutkan, dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan penanganan stunting bisa lebih fokus dan ditangani lintas kementerian. Dengan aplikasi berbasis selular itu, maka penanganan bisa  dilakukan semenjak 1000 hari pertama kehidupan dengan fokus berdasarkan nama dan alamat terdaftar.

Dijelaskan, aplikasi Anak Sehat milik Kementerian Komunikasi dan Informatika yang merupakan alat edukasi pencegahan stunting yang menyasar remaja putri dan rumah tangga untuk 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Kami berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi kemudian Kemendes untuk membuat sistem android pencatatan ini. Kemenkes tentu harus mengintervensi by name by address, yang sebelumnya edukasi ini diberikan oleh Kementerian Kominfo kemudian Kemendes,” ujar Menkes di kantor Wapres, Senin (14/10).

Masing-masing aplikasi, sesuai peruntukannya, akan mencatat kondisi balita, status gizi balita by name by address hasil pemantau bulanan dari seluruh Posyandu di Puskesmas di Indonesia, sasaran 1000 HPK per posyandu mulai ibu hamil dan 0-23 bulan.

Dijelaskan, ketiga aplikasi itu  nantinya akan terhubung dengan Kementerian Kesehatan, sehingga memudahkan pemantauan. Kerjasama dengan Kemendes dilakukan karena mereka punya pendampingan begitu banyak hingga desa. Mereka para tenaga lapangan ini yang melakukan pendataan.

“Data ini nanti di link-kan dengan Kemenkes, Kemenkes harus melakukan intervensi. Jadi kalau grafik anak terlihat mulai turun, kita harus kejar sebelum usia dua tahun dengan memberikan sesuatu yang bisa meningkatkan gizi anak itu,” ujar Nila.

Menkes mengharapkan target penurunan angka stunting menjadi 28% pada tahun ini dapat direalisasikan. Kerjasama lintas kementerian ini diharapkan bisa menurunkan angka stunting hingga 20% sesuai target rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2019-2024.ret