Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Ketua DPRD Ikut Bangga

SURABAYA(global-news.co.id)-Terpilihnya Kota Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Piala Dunia U-20 pada 2021 membuat banyak pihak bangga. Salah satunya Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

Adi Sutarwijono

“Ini kabar membanggakan. Oleh karena itu, DPRD Surabaya bersama Wali Kota Surabaya bersepakat mengalokasikan dana perbaikan infrastruktur olahraga dan aksesabilitasnya untuk mempersiapkan Piala Dunia U-20,” kata Adi Sutarwijono di Surabaya, Jumat (25/10/2019).

Untuk diketahui Indonesia telah terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada 2021.

Keputusan tersebut disampaikan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam Council Meeting di Shanghai Tiongkok, Kamis (24/10/2019).

Politikus PDI Perjuangan itu menilai dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, akan banyak keuntungan yang didapatkan oleh Surabaya, baik dari sisi promosi, sosial budaya, maupun ekonomi.

Dijelaskannya dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2020 sudah disepakati anggaran untuk menyukseskan mega kegiatan yang bakal membawa nama Surabaya semakin harum di dunia internasional tersebut.

Ia menyebut anggaran tersebut di antaranya meliputi perbaikan lapangan Stadion Gelora 10 November dan Lapangan Karanggayam sebesar Rp 25 miliar. Dua lapangan itu bakal menjadi tempat latihan timnas dari berbagai negara yang datang ke Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, ada perbaikan akses jalan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan perbaikan Stadion GBT masing-masing Rp 40 miliar dan Rp 30 miliar. Stadion GBT akan menjadi venue pertandingan.

“Juga akan dibikin single seat untuk VIP class di Stadion GBT, anggarannya sekitar Rp 5,5 miliar,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Adi menerangkan ada banyak manfaat yang diperoleh Surabaya dari hajatan sepak bola dunia tersebut. Dari sisi ekonomi, lanjut dia, berupa perbaikan infrastruktur olahraga dan aksesabilitasnya bakal membuka lapangan kerja baru.

“Piala Dunia U-20 bakal menyedot kunjungan wisatawan. Termasuk, para pemain, ofisial, panitia dari FIFA, media asing, dan para suporter luar negeri akan datang ke Surabaya. Tentu ini menggerakkan perekonomian, karena mereka membutuhkan transportasi, makanan-minuman, oleh-oleh, dan berbagai kebutuhan ekonomi lainnya yang melibatkan pelaku ekonomi lokal Surabaya,”  ujarnya.

Adi menambahkan, Piala Dunia U-20 juga sangat bermanfaat dalam membuka jejaring anak-anak muda Surabaya dengan dunia internasional. Menjelang dan saat pergelaran tersebut berlangsung, butuh relawan yang datang dari anak-anak muda sebagai pendukung kegiatan. FIFA dan PSSI biasanya akan melakukan rekrutmen relawan. pur