Kick Off, Stikosa-AWS Menuju Perguruan Modern

Imawan Mashuri, Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (memegang mik) saat memberikan sambutan.

SURABAYA (global-news.co.id) – Saat ini kita melakukan kick off Stikosa-AWS menuju perguruan tinggi yang modern. Dengan terpilihnya saudari DR Prida Ariani Ambar sebagai Ketua Baru Stikosa-AWS (periode 2019-2024) diharapkan kampus ini sebagai perguruan yang kompetitif, relevan dan aktual.

Mengapa?

Karena saudari Prida terpilih melalui seleksi berdasarkan aturan-aturan yang ada dan berjalan secara profesional.

Demikian dikatakan Imawan Mashuri, SH, M.H., Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur ketika memberikan sambutan pada acara pengenalan Ketua Stikosa-AWS yang baru kepada seluruh jajaran dosen dan karyawan, Selasa (29/10/2019) siang, di kampus yang beralamatkan di Jl. Nginden Intan Timur I No. 18 Surabaya.

“Kami dari yayasan sudah bertekad ini titik dimana kita harus bangkit. Kita sudah melaksanakan semua kebijakan sesuai dengan aturan yang ada di Stikosa-AWS, terutama yang berdasarkan Statuta. Dalam hal pemilihan ketua Stikosa-AWS, kami membuka selebar-lebarnya termasuk calon dari luar. Ini semata-mata untuk mendapatkaan ketua yang benar-benar bisa membawa perguruan ini maju dan bisa membawa ke jenjang lebih baik. Hasil Panitia Seleksi (Pansel) yang panelisnya berasal orang-orang berkompeten di bidang masing-masing, telah menempatkan saudari Prida, teratas dalam penilaian. Juga demikian dengan penilaian Senat yang menempatkan juga saudari Prida sebagai yang teratas. Inilah yang menjadi dasar kami untuk memilih saudari Prida sebagai Ketua Stikosa-AWS periode 2019-2024. Jujur. Adil dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Imawan.

Seperti diketahui, serah terima jabatan Ketua Stikosa-AWS dilaksanakan, Minggu (27/10/2019), dari ketua lama DR. Drs. Ismoyo Herdono, M. Med.Kom kepada DR Prida Ariani Ambar. Dalam serah terima yang berlangsung di Kampus Stikosa-AWS tersebut dihadiri Ketua Yayasan dan jajarannya, dosen hingga karyawan.

Lebih lanjut Imawan mengatakan, harapan untuk melahirkan ketua baru telah dilalui dengan cara-cara yang benar. Harapannya, agar ke depannya kita berjalan di rel yang benar. Kalau jalannya benar, Insya Allah akan menghasilkan produk yang benar juga.

“Karena itulah, Prida ini hasil dari seleksi yang maksimal, terbuka hingga profesional. Mari kita dukung Ibu Prida. Mari semua unsur bersinergi untuk kemajuan Stikosa-AWS ke depannya,” tegas Imawan.

Imawan juga mengatakan, penerimaan mahasiswa baru merupakan tugas yang tak ringan bagi ketua baru. Dia mengusulkan agar Stikosa-AWS membentuk grup-grup sosialisasi. Katakanlah 700 mahasiswa dibagi menjadi 140 grup (masing grup terdapat 5 orang mahasiswa yang didampingi dosen).

“Nah grup-grup inilah diharapkan dapat memberikan sosialisasi ke sejumlah SMA agar mereka mengenal dan akhirnya mencintai Stikosa-AWS. Ini salah satu cara saja, nanti cara-cara lainnya boleh diusulkan senyampang untuk kebaikan,” katanya.

Di samping itu, katanya, yayasan akan terus menelorkan sister university. Misalnya dengan universitas di Jepang. Juga Australia. “Pokoknya apa pun demi kemajuan Stikosa-AWS, kita akan lakukan. Saya mengingatkan program-program yang kita susun harus mendapat dukungan semua pihak. Ini salah satu kunci keberhasilan kita ke depannya. Bersatu menjadi keharusan, kalau kita mau maju. Juga demikian dengan lembaga yang baru dibentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang perlu mendapat dukungan kita semua. Kalau bola sudah di bawah, tak ada jalan lain kecuali bagaimana bola tersebut untuk ke atas,” pintanya.

Mohon Dukungan

DR Prida Ariani Ambar saat memberi sambutan.

Sementara itu, Prida dalam sambutannya yang singkat mengatakan, dirinya merasa senang berada di lingkungan Stikosa-AWS meski bagi dirinya perguruan ini “baru” baginya. Dia bertekad untuk bekerja demi kemajuan.

“Kemajuan dan keberhasilan itu mustahil kita dapat bila kita tak bersatu. Saya berharap tim ini merupakan tim modern dan kompetitif,” katanya.

Dia juga mengatakan, dirinya tidak “mengenal” yang ada di Stikosa-AWS. Nantinya yang akan dipilih mendampingi dirinya sudah pasti berdasarkan data-data dan kemampuan yang bersangkutan.

“Melamar jadi ketua di perguruan ini kebetulan saja. Bukan karena ada yang menyuruh dan lainnya. Rumah saya dekat dengan Stikosa-AWS. Suatu ketika, saya melihat spanduk lowongan ketua di ujung jembatan, saya melawar. Saya di tes. Saya diterima. Saya mengapresiasi tim seleksi berjalan dengan jujur. Terakhir saya berharap, mari bersatu untuk kemajuan perguruan ini,” katanya kepada wartawan global news beberapa waktu lalu. (Erfandi Putra)