Gandeng BNN, OYO Berikan Edukasi Dampak Penyalahgunaan Narkotika

Program Manager dan Konselor Adiksi Balai Besar Rehabilitasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Thomas Avitho da Lopez dan Head of Government Relations OYO Hotels and Homes Indonesia Renaldy Martin dalam acara sosialisasi dan edukasi kepada OYOpreneurs (sebutan karyawan OYO) tentang tindakan pencegahan serta hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

JAKARTA(global-news.co.id) – Penyalahgunaan narkotika dapat perhatian dan kerjasama yang terintegrasi dari berbagai pihak karena memiliki dampak negatif tidak hanya bagi kesehatan fisik, namun juga psikis dan secara sosial. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dirilis awal 2019, dari 4,5 juta pengguna narkotika di Indonesia, 24% berlatar belakang pelajar dan 59% para pekerja.

OYO, sebagai jaringan hotel terbesar di Indonesia yang telah hadir di 100 kota dengan lebih dari 1.300 hotel, berkomitmen untuk turut andil dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika yang dimulai dari upaya preventif secara internal.

Melalui kerjasama dengan BNN, para OYOPreneurs (sebutan karyawan OYO) akan mendapat sosialisasi edukasi tentang tindakan pencegahan serta hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Selanjutnya, guna memastikan adanya tindakan pencegahan penyalahgunaan narkotika secara komprehensif, sebanyak lebih dari 1.000 OYOPreneur yang tersebar di 100 kota di Indonesia akan dibekali dengan pelatihan digital mengenai pedoman peraturan penyalahgunaan narkotika yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan dan diterapkan di seluruh properti OYO di Indonesia melalui sistem pembelajaran digital yang tersedia.

Country Head OYO Hotels and Homes Indonesia Rishabh Gupta menjelaskan sebagai sebuah jaringan hotel global, keselamatan dan keamanan para tamu serta karyawan adalah hal utama.  Dan pihaknya telah berkomitmen dan secara aktif melakukan berbagai inisiatif yang akan berdampak pada peningkatan keamanan operasional di berbagai properti . Sebagai jaringan hotel yang telah hadir di 100 kota di Indonesia, OYO melihat kesadaran tentang penyalahgunaan narkotika menjadi sangat penting. “Menjadi hal yang krusial bagi kami untuk memulai komitmen tersebut dari internal dengan para OYOPreneurs. Melalui kerjasama dengan BNN dalam hal sosialisasi edukasi lebih lanjut tentang penyalahgunaan narkotika, kami berharap edukasi ini akan memberikan efek domino yang positif demi terciptanya lingkungan yang aman di seluruh properti OYO di Indonesia,” katanya.

Program Manager dan Konselor Adiksi Balai Besar Rehabilitasi dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia  Thomas Avitho da Lopez mengatakan pihaknya  sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh OYO dalam hal edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada para karyawannya. Hal ini sejalan dengan misi  BNN yaitu mengoptimalisasi sumber daya dalam penyelenggaraan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. “Saya harapkan OYO dapat menjadi teladan bagi pemain di industri lain di bidang perhotelan untuk turut andil dalam menciptakan Indonesia yang bebas narkoba,” katanya. tri