Festival Rujak Awal Kebangkitan Industri Kreatif Kuliner Pamekasan

Wabup Raja’e dan Sekdakab Totok Hartono juga rebutan menikmati rujak gratis.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Dalam rangka memperingati Hari Jadinya yang ke-489 Minggu (20/10/19) kemarin Pemkab Pamekasan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Budaya Madura yang dikonsep dengan lomba rujak dan makan rujak gratis di depan Museum Mandhilaras kawasan Monumen Arek lancor.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e bersama istrinya dan Sekkab Pamekasan Totok Hartono juga bersama istrinya. Kegiatan tersebut berlangsung semarak dan mampu mencuri perhatian pengunjung.
Kegiatan itu diikuti oleh puluhan penjual rujak di Pamekasan. Tiap penjual rujak membuat lima porsi untuk dilombakan. Lima porsi rujak itu terdiri atas tiga jenis olahan rujak, yakni rujak corek, rujak dhulit, dan rujak letho’. Panitia mendatangkan juri khusus untuk menilai makanan tersebut.

Usai penilaian, rujak yang dilombakan tersebut langsung bisa dinikmati masyarakat secara gratis, termasuk Wabup Raja’e, Sekdakab Totok Hartono dan para undangan lain yang hadir.

Masyarakat menyerbu untuk menikmati rujak tersebut. Jumlah porsi rujak gratis yang bisa dinikmati pengunjung sekitar 225 porsi, terdiri atas 75 porsi rujak corek, 75 porsi rujak dhulit, 75 porsi letho’.

Wabup Raja’e menjelaskan, festival atau perlombaan rujak dan makan rujak gratis ini tujuannya adalah untuk mengeksiskan kembali makanan rujak khas Pamekasan. Khususnya rujak corek yang dulu sangat eksis, namun saat ini mulai merosot.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi untuk menarik wisatawan dari luar agar berkunjung ke Pamekasan. Saya mengajak masyarakat supaya melestarikan makanan khas tradisional dengan mengenalkan produk Pamekasan ke masyarakat luas. Diharapkan juga hasil karya para peserta dapat menjadi referensi dalam mengembangkan khazanah budaya kuliner kita,” ungkapnya.

Festival budaya kuliner tradisi, kata Raja’e, merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan industri kreatif berbasis kearifan lokal. Untuk itu dia sangat mendukung terhadap upaya pengembangan industri ini karena potensinya sangat besar. Pertumbuhan industri kreatif di Pamekasan, kata dia, kini mengalami kenaikan yang sigifikan yakni mencapai 7 % pertahun.

Industri kreatif kuliner ini, lanjutnya, dapat berkontribusi secara ekonomi. Utamanya dalam peningkatan nilai tambah tenaga kerja dan jumlah perusahaan. Oleh karena itu sektor industri kreatif ini harus dimanfaatkan wirausaha baru dari kalangan generasi muda yang mampu melakukan inovasi baru dalam mengembangkan usahanya.
“Mengingat begitu potensialnya kuliner ini, saya berharap besar agar sektor ini dapat ditingkatkan kualitas dan produksinya. Jika industri kreatif makanan khas daerah diberi ruang yang terbuka dan akses pasar yang luas saya yakin kualitasnya akan makin baik dan memiliki daya saing ke pasar yang lebih luas lagi,” pungkasnya. (mas)