Cegah Difteri, Kota Malang Gelar BIAS

MALANG (global-news.co.id) – Dalam upaya mencegah penyakit difteri, Kota Malang akan melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada November mendatang.

Kadinkes Jatim, Kohar Hari Santoso.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Kohar Hari Santoso SpAn, menyebut, langkah antisipasi imunisasi tersebut dilakukan menyusul  adanya sejumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 dan sebuah SMA Negeri di Kota Malang yang dinyatakan positif sebagai karier (pembawa kuman) difteri.

“Kami menyiapkan beberapa langkah agar difteri tidak meluas yakni dengan penyuluhan masyarakat, pengobatan kasus dan kontak erat, mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi badan, memperhatikan etika batuk dan yang paling penting adalah imunisasi,” kata Kohar di Malang, Kamis (24/10/2019).

Imunisasi merupakan upaya membasmi beredarnya bakteri difteri dan untuk mencegah penyakit difteri, di samping pemberian profilaksis. Mereka yang sudah imunisasi lengkap tidak perlu khawatir kalau ada kasus atau ada karier positif karena sudah punya daya tahan sehingga tidak ikut sakit.

Dijelaskan, kalau sudah diimunisasi sampai 95% masyarakat maka bisa terbentuk kekebalan kelompok. Tapi lebih baik lagi jika 100% dari semua anak terimunisasi difteri.

Mendasarkan data Dinkes Jawa Timur, jumlah kasus suspek difteri hingga 18 Oktober sebanyak 304 kasus yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut,12 kasus di antaranya positif (11 positif toxigenik) dan jumlah kematian 2 kasus (Bangkalan dan Pasuruan).

Beredarnya kasus difteri di Malang, membuat pihak sekolah meliburkan muridnya 23-27 Oktober lantaran ada kekhawatiran terjadi penyebaran virus yang semakin meluas. Kohar memuji respons masyarakat Malang atas kasus difteri tersebut dengan berupaya memeriksakan diri yaitu dengan memeriksakan tenggorokannya.

Demi mencegah penyakit difteri itu pula, Kohar meminta masyarakat ikut berpartisipasi aktif menyukseskan BIAS. “Kami mohon masyarakat (orangtua/wali murid) untuk mengizinkan dan mengikut-sertakan putra/putrinya dalam kegiatan imunisasi tersebut,” ujar Kohar yang juga Plt Direktur RSUD Saiful Anwar Malang.

Imunisasi difteri diberikan pada semua bayi, anak usia bawah dua tahun, anak usia sekolah  SD/MI kelas 1, 2 dan 5 serta wanita usia subur (termasuk Calon Pengantin Perempuan).

Suspek Difteri adalah seseorang dengan gejala faringitis, tonsilitis, laringitis, trakeitis, atau kombinasinya disertai demam atau tanpa demam dan adanya pseudomembran putih keabu-abuan yang sulit lepas, mudah berdarah apabila dilepas atau dilakukan manipulasi.

Karier difteri adalah seseorang yang nampak sehat tetapi membawa bakteri difteri di dalam tubuhnya karena kekebalan tubuhnya rendah. Mereka berpotensi menularkan ke orang lain yang tidak memiliki kekebalan terhadap difteri apabila tidak dilakukan pengobatan yang tepat.ret