467 Calon Instruktur Digembleng di Mako Marinir Jakarta

Shane didampingi Semu dan Ime ketika memberikan pembekalan pada calon instruktur.

JAKARTA (global-news.co.id) – Sebanyak 467 calon instruktur Ling Tien Kung Tingkat Dasar Angkatan ke-23 digembleng di Mako Brigif Marinir Yonif 6, Cilandak, Jakarta, Sabtu ( 26/10/2019). Mereka berasal dari dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Jateng, Jatim, Lampung, Samarinda hingga NTT. Acara ini merupakan rangkaian HUT Ling Tien Kung KE-14 yang puncaknya digelar di Monas, Jakarta, Minggu (27/10/2019) dengan latihan bersama sekitar 3.000 anggota.

Minggu besok diperkirakan setidaknya 3.000 anggota Ling Tien Kung akan memputihbirukan Monas, Jakarta. “Saya sebagai Ketua Pelaksana mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak-ibu di acara ini. Semoga pelatihan instruktur yang akan dilanjutkan besok berjalan lancar seperti yang kita harapkan,” kata Brigjen (marinir) Widodo, ketua panitia HUT Ling Tien Kung ke-14.

Brigjen Widodo turun langsung pada acara pembekalan gerakan Ling Tien Kung untuk calon instruktur.

Acara dimulai pagi tadi sekitar pukul 06.00 dengan Latber bersama calon instruktur. Acara ini dipimpin langsung oleh Ie Me, Kepala Teknik Ling Tien Kung. Ie Me dibantu oleh Dhawi hingga Riono, instruktur senior dari Ole-Ole Surabaya tampak memberikan praktek gerakan Ling Tien Kung yang benar kepada suluruh calon instruktur.
Acara pembekalan para instruktur.

Setelah selesai Latber para calon itu diberi pembekalan teknis dan non teknis Ling Tien Kung. “Saudara sekalian semua calon instruktur. Jadilah instruktur seperti yang diinginkan Lao Shi. Apa itu? Ling Tien Kung, jangan ditambah dan jangan dikurangi. Ini amalan Lao Shi untuk umat manusia agar siapapun menjadi sehat dan sembuh penyakitnya,” kata Semu yang juga hadir dalam acara tersebut.

Para senior dari Ole-Ole Surabaya yang mendapat tugas khusus pada HUT ke-14 Ling Tien Kung di Jakarta.

Sementara Shen Feldo Fuyi Widjaja, Ketua Pembina Ling Tien Kung mengatakan, hasil dari Ling Tien Kung itu nyata. Bukan basa-basi. Inilah ilmu kehidupan yang ditinjau dari kesehatan mempunyai arti penting bagi kesehatan dan kesembuhan manusia.

Ime (kiri) dibantu senior Dhawi menggembleng gerakan calon instruktur.

Di samping itu, para instruktur di seluruh Indonesia diberi pembekalan di ruang tetpisah. ” Sepeninggalan Lao Shi…guru kita semua….jelas menyisakan pekerjaan bagi kita. Bagaimana kita menjaga kemurnian ajaran Ling Tien Kung. Jadi Ling Tien Kung Itu jangan ditambah dan jangan dikurangi,” kata Edy Prawoto, Ketua MPET2. (Erfandi Putra)