Satu Tahun Kepemimpinan Badrut Tamam-Raja’e: Fondasikan Kemaslahatan Umat dengan Niat Ibadah

Badrut Tamam dan Raja’e.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Sejak Sabtu (21/9/19) kemarin Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e genap memimpin Bumi Gerbang Salam selama satu tahun. Kedua pemimpin muda Pamekasan ini telah mengukir banyak hal positif untuk menuju cita- cita membangun Pamekasan Hebat, Rajjeh Bejreh dan Parjugeh.

Setidaknya ada sejumlah terobosan kinerja yang dilakukan dalam 100 hari kerja keduanya. Antara lain didirikannya Mall Pelayanan Publik (MPP), Taman Aspirasi Rakyat dan branding batik pada mobil dinas Pemkab Pamekasan. Lalu ada program Call Care, Mobil Sigap Desa, beasiswa santri dan banyak terobosan lainnya.

Dalam perjalanan kepemimpinannya selama satu tahun Badrut Tamam dan Raja’e telah menetapkan lima program prioritas yang akan dijalankannya, yakni Reformasi Birokrasi, Kesehatan, Pendidikan, infrastruktur dan ekonomi.
Untuk reformasi birokrasi yang sudah berjalan mutasi pejabat yang dilakukan secara transparan dan bersih KKN. Lalu berupa pembangunan MPP yang merupakan bentuk pelayanan cepat tepat, lengkap dan murah di satu tempat.

Program ini bahkan mendapat apresiasi Kemenpen RB dan juga berhasil mendapat penghargaan MURI.
Terlepas dari berbagai hasil kerja positif dari kepemimpinan dua tokoh muda ini, ada yang sangat manarik dari berbagai pernyataan yang dikemukan oleh keduanya. Badrut Tamam misalnya dia selalu menegaskan bahwa jabatan yang disandangnya adalah amanah dan akan dijadikan sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dia juga dengan tegas menolak praktek jual beli jabatan dalam mutasi di daerahnya. Dan selalu mengajak para bawahannya untuk bekerja keras atau luar biasa. Sebab untuk menjadikan Pamekasan yang hebat harus kerja luar biasa.

“Tidak akan mendapatkan hasil yang luar biasa jika usahanya hanya biasa biasa saja. Karena itu mari kita kerja maksimal untuk menuju Pamekasan yang sejajar dengan daerah maju lainnya,” katanya.

Badrut Tamam juga memberanikan diri dengan menegaskan bahwa kepemimpinannya bersama wakilnya adalah kepemimpinan yang berfondasi pada usaha memberikan maslahah kepada seluruh rakyatnya. Pemerintah yang memberikan kemaslahatan kepada umat.

Untuk menuju pemerintah yang berfondasi kemaslahatan itu, kata dia, maka ada sejumlah ikhtiar dan banyak hal yang dilakukannya. Yang pertama adalah mendorong kesejahteraan yang berkeadilan yang dilakukan di desa desa serta memberikan perlindungan kepada seluruh elemen masyarakat dengan menciptakan keamanan dan stabilitas bersama.

Dan yang tak kalah menariknya, ketika dia mengajak para bawahannya untuk memiliki kesetaraan dengan dirinya. Dia selalu mengungkapkan bahwa dirinya bersama bawahannya harus sama sama kuat. Kalau berjalan timpang akan mengalami banyak masalah.

“Jika pemimpinnya lemah maka akan terjadi perang saudara di pemerintahan. Tapi jika sebaliknya jika hanya pemimpinnya yang kuat dan semangat, namun bawahannya tidak merespon dengan baik, maka kepempinannya akan seperti macan ompong, “ tegasnya suatu ketika. (mas)