HUT Jatim ke-74, Dinkes Gelar Operasi Katarak Gratis

Dr dr Kohar Hari Santoso SpAn,


SURABAYA (global-news.co.id) –
Menyambut Hari Ulang Tahun-nya yang ke-74, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Jatim menggelar operasi katarak serentak dan gratis. Operasi ini dilaksanakan pada 11-12 Oktober di Madiun, Sampang, dan Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso SpAn, mengatakan, terkait operasi katarak tersebut, secara bertahap akan dilakukan pada 5.000 penderita. Namun untuk tahap awal dan yang berkaitan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Jatim, dilakukan pada 150 penderita di tiga lokasi tersebut. Sedang pelaksanaan operasi terhadap 5.000 penderita itu ditargetkan tuntas dalam satu tahun ke depan.

Untuk mendukung operasi katarak tersebut, Dinkes Jatim sudah membentuk Komite Mata Daerah mengikuti Komite Mata Nasional yang sudah ada terlebih dahulu.

“Kami melakukan koordinasi dengan Komite Mata Daerah untuk membackup permasalahan yang berkaitan dengan mata, khususnya katarak,” ujarnya Selasa (17/9/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, sebanyak 4,4% penduduk di Jatim terkena katarak. Kalau dikerjakan 5.000 setiap tahun, diharapkan bisa menyelesaikan masalah. Sebab angka penderita penyakit ini terus bergerak, dari yang belum terkena jadi kena.

Kohar mengungkapkan, hingga kini penyebab katarak belum bisa dipastikan. Ada yang menyebut karena paparan sinar ultra violet (UV), oleh sebab itu kalau berada di luar ruangan disarankan menggunakan kaca mata anti UV sebagai penapis, serta topi atau payung.

Ada tiga tipe munculnya katarak, yaitu karena faktor usia biasanya pada lanjut usia, karena traumatik yaitu benturan, dan karena bawaan yaitu sejak kecil.

“Secara umum faktor penyebab penyakit katarak rata-rata adalah usia lanjut, karena kualitas lensa mata sudah menjadi kabur, tapi ada juga mulai sejak usai balita mempunyai penyakit katarak,” imbuhnya.

Untuk mendapat layanan operasi katarak ini, warga yang mengalami keluhan mata bisa langsung ke puskesmas terdekat untuk diperiksa dan didata. Hasil pemeriksaan di puskesmas itu nantinya akan diserahkan ke dinas kesehatan setempat dan akan ditindak lanjuti di rumah sakit yang ditunjuk.

“Perdami (Perhimpunan Dokter Mata Indonesia) sepakat operasi dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu,” katanya.

Selain operasi katarak, Dinkes Jatim juga sudah melaksanakan operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Mohammad Noer Pamekasan Madura. Dikatakan program bakti sosial ini sesuai arahan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan semangatnya Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju Sejahtera.

Bekerjasama dengan Dinas Sosial Jatim dan Kementerian Sosial juga akan diselenggarakan pemeriksaan kesehatan secara gratis pada 1.000 orang. “Ini masih kita formulasikan di titik mana yang akan dilakukan,” ungkapnya.(ret)