‘Be A Medical Hero’ lewat Medspin 2019

SURABAYA (global-news.co.id) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menggelar acara tahunan Medspin (International Medical Science and Application Competition). Pada 2019 ini, lomba sains kedokteran tingkat SMA terbesar di Indonesia dan telah bertaraf internasional,  mengusung tema “Pediatric and Congenital”.

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Soetojo SpU saat menjelaskan Medspin 2019 yang akan digelar November.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof Dr dr Soetojo SpU (K) mengatakan, Medspin yang sudah diselenggarakan sejak 2002 ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada dunia kesehatan. “Serta menjadi wadah untuk lebih mengetahui  tentang perkuliahan di Fakultas Kedokteran,” ujar Soetojo yang juga penanggung jawab kegiatan Medspin 2019, Senin (23/9).

Selain itu, Medspin 2019 dengan jargon “Be A Medical Hero” juga memberi kesempatan pada siswa-siswi SMA dan sederajat untuk mengasah kemampuan di bidang sains dan medis, desain dan kemampuan sosialisasi, serta kreativitas dalam pembuatan video dan keterampilan PPGD (pertolongan pertama gawat darurat.  “Harapan kami, melalui kegiatan Medspin 2019 ini kami dapat meningkatkan minat siswa-siswi SMA dan sederajat dalam dunia medis khususnya terkait dengan penyakit pada anak – anak secara bawaan atau yang didapat,” terang Visudho, ketua pelaksana Medspin.

Jenis perlombaan dalam acara yang digelar 3, 16, dan 17 November ini lebih bervariasi. Selain olimpiade, Medspin menghadirkan lomba public poster dan video PPGD. “Dengan adanya cabang lomba public poster dan video PPGD, seluruh siswa SMA/sederajat dari berbagai jurusan dapat berpartisipasi dalam salah satu acara kebangaan FK Unair ini,” tambah Visudho.

Pelaksanaan olimpiade Medspin 2019 terdiri atas 6 babak, yaitu babak penyisihan, quarter final, semi final, babak revival, babak final, dan grand final. Babak penyisihan dilaksanakan secara offline di 27 kota di Indonesia dan secara online di 34 provinsi di seluruh Indonesia serta di negara-negara ASEAN. Kemudian babak selanjutnya akan dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Unair. Peserta berkompetisi dalam tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang. Menariknya, tipe ujian dan kisi-kisi beserta buku-buku yang dapat dijadikan referensi dari setiap babak telah dicantumkan secara lengkap pada website www.medspinfkunair.com.

Untuk lomba public poster dengan pilihan tema preventing congenital disorders, infectious pediatric disease, imunization for prevention, dan children and non comunicable disease,  dapat diikuti secara berkelompok (2-3 orang). Lomba yang digelar sebagai bentuk ajang edukasi masyarakat tentang kesehatan ini bisa diikuti oleh semua jurusan, tidak terbatas pada jurusan IPA saja.

Sementara lomba pembuatan video edukasi tentang PPGD diikuti oleh kelompok yang terdiri dari 5 orang. Para peserta video hasil kreasi mereka dan memperkenalkan ke khalayak umum tentang PPDG. Bagi 5 grandfinalis video PPGD MEDSPIN berhak datang dan melakukan simulasi PPGD di FK Unair untuk memperebutkan juara.

Untuk lebih mengenalkan dunia kedokteran pada masyarakat, khususnya para siswa, diselenggarakan acara “Open House FK Unair” pada Sabtu (28/9).Open House FK Unair akan berisi serangkaian acara talkshow yang disertai explore anatomy, latihan vital sign, dan mengenal museum kedokteran.ret