Badrut Tamam Paparkan Ekonomi Madura di “East Java Investifal 2019” 

Badrut Tamam memaparkan potensi ekonomi Madura.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam kembali  mendapat kesempatan menjadi pembicara di hadapan para investor dalam maupun luar negeri Kamis (12/9/2019). Kali ini dia menjadi pembicara dalam acara bisnis forum ‘’ East Java Investifal 2019 ” yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur. Oksigen terbaik, sapi terbaik, dan garam terbaik dari Madura pun mengemuka di forum tersebut.

Selain dihadiri oleh investor dalam dan luar negeri, dalam acara yang digelar di  Grand City Surabaya itu juga dihadiri sejumlah duta besar dari beberapa negara sahabat. Badrut Tamam satu satunya Bupati yang dihadirkan dalam forum tersebut. Dua orang pembicara daerah lainnya adalah pengelola Kawasan Ekonomi Khusus dari Malang dan Gersik.
Badrut Tamam memaparkan berbagai potensi unggulan Madura secara umum bersama berbagai terobosan yang dilakukannya selama ini. Dia mengungkapkan  warga Madura memiliki sikap ramah dan komitmen agama yang tinggi. Semua pimpinan daerah di Madura juga memiliki komitmen yang sama mengembangkan daerahnya secara bersama sama. 

“Dengan kondisi masyarakat yang ramah dan komitmen kepala daerahnya yang pro kemakmuran dan pro investasi, maka kondisi yang seperti itu sebenarnya Madura itu merupakan wilayah yang kondusif potensial untuk mengembangkan investasi,” jelasnya.

Dia lalu mengungkapkan sejumlah potensi ekonomi yang bagus dikembangkan di Madura. Di Madura, kata dia, ada pulau yang menghasilkan oksigen terbaik di dunia. Warga yang menempati wilayah itu sekalipun dengan pola hidup yang biasa, umurnya lebih panjang, karena kadar oksigen yang dihirup menjadikan tubuhnya lebih sehat.

Di Madura juga ada rumput laut terbaik di Asia. Selama ini, secara tradisional diimpor keberapa negara. Juga ada garam dan sapi Madura. Garam Madura, kata dia, merupakan garam terbaik di Asia. Saat ini kebutuhan nasional garam mencapai 3,9 juta ton pertahun.

Sementara produksi dalam negeri hanya 2,7 juta ton atau ada kekurangan 1,2 juta ton pertahun.
Tentang sapi Madura, Badrut menegaskan memiliki kelebihan dibanding degan sapi daerah lain. Lebih nikmat karena dagingnya empuk. Daging sapi Madura kadar kolesterolnya rendah sehingga lebih sehat. Sapi Madura, kata dia, selama ini dikirim ke daerah lain dalam bentuk hewannya ke beberapa daerah seperti Kalimantan dan Jawa.

“Kebutuhan daging sapi nasional kita 680.270 ton kekurangan daging sapi 256 ribu ton. Bagi kalangan pengusaha data-data tentang potensi ekonomi itu pasti akan menarik. Kalau kemudian Madura dikembangkan dengan berbagai sentuhan teknologi dan terobosan saya optimistis produksi berbagai potensi itu akan punya peluang luar biasa,” tegasnya.
 
Badrut menegaskan di Kabupaten Pamekasan ada program ‘’Satu Saka’’, satu tahun satu kelahiran. Di mana dalam program ini tiap seekor sapi betina rutin bisa malahirkan tiap tahun.  Program ini telah mendapat penghargaan pemerintah pusat dalam bidang inovasi pelayanan publik. Potensi lainnya adalah tebu. Tebu Madura sangat bagus dan bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Yang terakhir Badrut menyampaikan potensi batik tulis Pamekasan yang sangat bagus dan menjadi batik tulis terbaik di Asia Tenggara. Badrut menegaskan prosedur perijinan investasi di Madura akan dipermudah. Di Pamekasan sudah punya Mall Pelayanan Publik (MPP) sebagai sarana mudah cepat urus perijinan.(mas)