18 Mahasiswa Asal Siak Kuliah Gratis di STIE Perbanas Surabaya

SURABAYA (global-news.co.id) – STIE Perbanas Surabaya sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah Pemda di tanah air. Salah satunya dengan Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau selalu mengirimkan putra-putri daerah terbaiknya untuk kuliah di kampus yang mencetak kader perbankan terbaik ini.

Saat ini STIE Perbanas Surabaya sudah memasuki tahun ketiga untuk menerima mahasiswa baru dari Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau. Sebanyak 18 mahasiswa memasuki kuliah gratis dengan program Beasiswa Putra Daerah.

Rinciannya, 15 mahasiswa di Program Studi (Prodi) Sarjana Akuntansi, 2 mahasiswa di prodi Diploma 3 Akuntansi, dan 1 mahasiswa di Diploma 3 Perbankan dan Keuangan. Bertempat di Ruang Seminar Kampus 1 Nginden Surabaya, mereka secara simbolik diserahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak kepada Ketua STIE Perbanas Surabaya,Yudi Sutarso.

Mahasiswa Siak yang kuliah di STIE Perbanas Surabaya terbilang cukup banyak dibandingkan sejumlah kampus yang bekerjasama dengan daerahnya. Peminatan anak-anaknya juga terbilang tinggi, hal itu karena mereka bisa melihat peluang dan prospek di masa mendatang.

”Pendaftarnya cukup banyak dari tingkat SMA dan SMK ikut seleksi dan program prioritas terbanyak termasuk STIE Perbanas Surabaya. Tahun 2019 ini kita mengirim 18 orang, tahun 2017 ada 11 orang, dan tahun 2018 ada 17 orang. Semuanya mengikuti seleksi yang ketat oleh STIE Perbanas Surabaya sendiri,” papar Humas STIR Perbanas Surabaya, Eko, kepada media di Surabaya, Rabu (4/9/2019).

Pihaknya pun berharap kepada STIE Perbanas Surabaya untuk mahasiswa baru Siak ini bisa diterima dengan baik. Selain itu, program-program unggulan yang berlaku di kampus bisa diberikan kepada mahasiswanya. Bahkan, H. Lukman pun mendukung sepenuhnya jika ada program tambahan untuk meningkatkan kompetensi, seperti program magang di luar negeri, kelas Bahasa Inggris atau Bahasa asing, dan program di luar akademik lainnya.

”Untuk anak-anak, kami berharap mereka ada perubahan mindset. Mereka bisa tekun dan rajin dalam belajar. Dan, saya tertarik dengan sikap disiplin cukup tinggi. Misalnya, pagi-pagi sudah ikut pembelajaran, termasuk berpakaian rapi dan terbiasa berdasi. Beberapa perguruan tinggi jarang menerapkan program seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu Yudi Sutarso, berharap kerjasama dengan pemerintah Siak tetap berlangsung. Selain itu, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia mahasiswa dari Siak, pihaknya menawarkan International Program berupa Student Exchange Program/Sit in. Hal tersebut bertujuan mindset mahasiswa berubah sehingga memiliki wawasan global dan siap menghadapi tantangan serta berpengalaman.

Dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang unggul selaras cita-cita pemerintah, STIE Perbanas Surabaya berupaya untuk mengembangkan kerja sama. Ke depan, pihaknya akan menggandeng pemerintah daerah yang se-visi melalui program beasiswa putra daerah bagi mahasiswa kurang mampu.

”Kita mencari pemda-pemda (pemerintah daerah,-red) dari mahasiswa berada. Di daerah Kalimantan sudah kami jajaki dan tawarkan programnya. Nantinya model kerja sama dengan Siak akan digunakan untuk pemda atau pihak-pihak yang mau membiaya mahasiswa potensial itu,” pungkasnya. (kmf)