Cegah Stunting, Pahami MPASI dengan Benar

SURABAYA (global-news.co.id) Kasus stunting yang masih tinggi di masyarakat, bukan hanya disebabkan kemiskinan tapi juga karena ketidaktahuan orang tua dalam memberikan asupan pada bayinya.

Direktur RSIA Kendangsari Merr, dr Soekamto SpOG (tengah) didampingi dr Supratiknyo SpOG (kiri) dan dr Ariefandy Pambudi SpOG.

Problem gangguan pertumbuhan yang kalau tak segera ditangani mengakibatkan stunting, umumnya terjadi pada usia 6-12 bulan di saat pemberian MPASI (makanan pendamping air susu ibu). Sementara pada usia 0-6 bulan relatif lebih terpantau karena selain masih mengonsumsi ASI eksklusif juga harus rutin menjalani imuninasi.

Dr Dini Aditiarini SpA mengungkap, mendasarkan pengalaman dua kali membuka kelas MPASI di rumah sakitnya, ternyata masih banyak ibu yang belum memahami bagaimana membuat MPASI yang sesuai standar. “Jadi tak heran kalau ditemukan kasus-kasus underweight, kurang gizi, anemia karena defisiensi zat besi, defisiensi vitamin lainnya. Ini terjadi lantaran ketidaktahuan dan kesimpangsiuran informasi bagaimana membuat MPASI yang benar,” ujar dokter spesialis anak pada RS Ibu dan Anak Kendangsari Merr ini di sela peluncuran Well Baby Clinic (WBC) bertepatan dengan ulangtahun ke-5 rumah sakit tersebut.

Dicontohkan ada yang memberikan MPASI berupa pure sayuran makanan tunggal. Padahal seharusnya juga mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan zat-zat mikronutrien.

“Jadi stunting kami lihat bukan karena ekonomi, tapi lebih karena ketidaktahuan. Keprihatinan inilah yang mendorong kami membuat Well Baby Clinic ini,” kata dr Soekamto SpOG, direktur RSIA Kendangsari Merr usai soft launching layanan holistik yang diberikan sebagai upaya untuk membuat anak sehat dan sejahtera.

Di WBC bayi tak hanya mendapatkan layanan imunisasi, tapi juga pemantauan mengenai tumbuh kembangnya secara berkala. “Sehingga orangtua bayi kalau datang ke kami tak perlu lagi bertanya, ‘Dok apa bayi saya kena stunting’ atau ‘Dok bayi saya apa mengalami anemia’,” ujar dr Dini. ret