Badrut Tamam Berbicara di International Conference on Sustainable Cities Unair

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Bupati Pamekasan Badrut Tamam rupanya terus menarik perhatian kalangan perguruan tinggi. Setelah pada pertengahan Mei lalu dia diundang menjadi dosen tamu di UGM Jogjakarta, kini dia dapat kesempatan serupa hadir dalam forum akademik di Universitas Airlangga Surabaya.

Selasa (30/7/19) kemarin Badrut Tamam mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara dalam forum ilmah seminar tentang International Conference on Sustainable Cities yang digelar oleh Fakutas Ekonomi dan Bisnis di Aula Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabya.

Ada delapan orang pembicara dari dalam dan luar negeri yang dihadirkan panitia dalam forum ilmiah tersebut. Kebetulan Badrut Tamam tampil bersamaan dalam satu sesi dengan dua orang pembicara dari luar negeri yakni guru besar dari Florida dan Jepang dan mantan Menteri PAN-RB Kabinet Kerja Presiden Jokowi Asman Abnur.

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pamekasan Sigit Priyono yang mendampingi Badrut Tamam dalam kegiatan itu mengungkapkan bahwa Badrut Tamam memaparkan tentang rencana pembangunan dan kebijakan Pemkab Pamekasan dalam beberapa tahun kedepan utamanya program yang tertampung dalam lima program prioritas Pemkab Pamekasan.

Bupati Badrut Tamam, kata Sigit, menegaskan lima prioritas program pembangunan antara laian birokrasi yang modern dan profesional, perbaikan bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, pendidikan agama dan social budaya serta program bidang kesehatan. Lima prioritas itu antara satu dengan lainnya sangat berkaitan. Karena itu juga termasuk dalam penekanan dalam prioritas itu adalah terciptanya sinergisitas antar bidang untuk mewujutkan Pemekasan hebat yang dicita citakan.

Badrut Tamam, lanjut Sigit, juga mengungkapkan tentang narasi motivasi yang biasa disampaikan kepada anak buahnya atau kalangan pejabat dan masyarakat di Pamekasan bahwa untuk menuju Pamekasan hebat butuh kerja keras dan luar biasa. Tidak mungkin target yang luar biasa hanya dilalui dengan langkah atau ikhiar yang biasa biasa.

Selain bekerja keras, kata Sigit, Badrut Tamam juga mengungkapkan tentang perlunya seorang peminpin itu banyak memanjatkan doa dan bermunajat kepada Tuhan agar kepemimpinannya dilindungi dibimbing dan diamankan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, sehingga perjuangan meraih cita cita dan memperjuangkan kepentingan rakyat bisa berhasil.

“Mengharap hasil luar biasa dari kerja yang biasa-biasa itu sama halnya dengan mimpi di siang bolong. Karena kerja yang luar biasa saja itu belum tentu berbuah hasil luar biasa tanpa pertolongan Allah. Sedikit kerja focus akan luar biasa hasilnya. Maka kerja luar biasa perlu dibarengi doa yang khusuk,” kata Sigit menirukan ucapan Badrut Tamam.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai bupati Pamekasan, Badrut Tamam juga berkomitmen untuk menjadikan jabatannya sebagai jalan beribadah kepada Allah SWT. Karena itu, kata dia, do’a dan permunajatan yang khusuk kepada Tuhan yang Maha Kuasa harus diprioritaskan juga. (mas)